Acep Purnama : Peran Penyuluh Pertanian Sangatlah Penting

Bupati Kuningan (Batik Merah)

KUNINGAN, SINURBERITA.COM

Bertempat di Kantor Kebun Raya Kuningan, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) DPD Kab. Kuningan kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan menggelar Temu Teknis Penyuluh Pertanian dengan mengangkat Tema Kegiatan : “Grand Design Pembangunan Pertanian Tahun 2028 : Peluang Global dan Tantangan Lokal”. Kamis (12/1/2022).

Dalam kesempatan ini, Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH MH membuka dan memberikan arahannya langsung di hadapan 267 orang penyuluh pertanian se Kabupaten Kuningan yang hadir.

Baca juga : Bupati Tutup Mata, Dinas PUPR Tutup Telinga Tanggapi Jalan Sungai Bahar

Dalam arahannya, Bupati Kuningan Acep Purnama  menyampaikan, penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem pembangunan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis, serta memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada pencapaian berbagai program pembangunan pertanian.

Menurut bupati, optimalisasi peran penyuluh pertanian menjadi sangat penting, karena melalui kegiatan penyuluhan pertanian para petani dapat dikembangkan kemampuan dan kemandiriannya. Selain itu, juga untuk memberikan pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada petani dan kelembagaannya.

Dijelaskan dia, dalam mengembangkan usaha tani, para penyuluh pertanian sebagai inisiator, fasilitator, motivator serta sebagai penyampai aspirasi masyarakat tani dan juga sebagai penyampai kebijakan dan peraturan di bidang pertanian. Hasil output dari kegiatan pertemuan ini bisa terencana aksi petugas atau tenaga teknis lingkup pertanian dalam menumbuhkembangkan kelembagaan pelaku utama pertanian.

Kemudian, evaluasi pelaksanaan dan dampak penyuluhan serta terjalin koneksitas antara kegiatan penyuluhan dengan program-program pembangunan pertanian, sehingga nantinya akan terencana suatu program penyuluhan kabupaten.

“Diharapkan para penyuluh pertanian di wilayah binaannya masing-masing dapat mencermati persoalan pertanian yang selalu bersifat dinamis,” katanya.

Menurut dia, titik berat pembangunan pertanian mengacu potensi lahan pertanian yang dimiliki, untuk menunjang pembangunan pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan daerah. Peran sektor pertanian harus ditingkatkan melalui peningkatan sumber daya manusia berkualitas, dengan mendorong tumbuhnya petani millennial untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Baca juga : Kapolda Jambi Lantik Bintara Polri Gelombang II TA 2022

Bupati Acep menambahkan peran penyuluh petanian sangatlah penting sebagai penghubung antara pemerintah dengan petani secara langsung, sehingga program, kebijakan dan peraturan dibidang pertanian dapat tersampaikan secara baik.

Selain itu, untuk memperluas lapangan kerja khususnya di pedesaan, serta mampu mengintegrasikan pertanian dari hulu hingga hilir, melalui konsep pertanian skala kecil yang terintegrasi dengan dunia digital (smart farming).

Bupati juga menyampaikan tentang dirinya beberapa pekan yang lalu telah menyampaikan Ekspose Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2023, dengan mengusung tema “Ngarumat Budaya Kuningan, Ngariksa Alam, Mapag Swasembada Pangan”.

“Budaya akan menjadi sesuatu keciri khasan. Dengan itu kebudayaan ini harus memiliki nilai-nilai yang harus diperhatikan sebagai jati diri ditengah kemajuan yang lain. Termasuk pengelolaan pertanian dalam swasembada pangan dengan memperhatikan nilai tersebut” ujarnya.

Bupati Acep menyebutkan, secara umum, Kabupaten Kuningan adalah sentra produksi tanaman pangan, seperti beras, jagung, ubi kayu dan ubi jalar. Namun produksi padi dan ubi jalar menunjukan trend yang masih meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,39 % (padi), dan 1,01 % (ubi jalar) pertahun.

“Di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan terus meningkatkan produksi, menjamin ketercukupan pangan di daerah, dan sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah lain,” pungkas Bupati Acep.

Lebih lanjut Bupati menuturkan, manfaat program ketahanan pangan dengan membuka lahan dan menghasilkan produk lokal selain memenuhi kebutuhan pangan juga meningkatkan kesejahteraan keluarga 

“Program ketahanan pangan ini disamping untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, kalau yang bisa kita jual ini yang katanya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, karena hasil panen nya itu menjadi uang dan uangnya bisa kita manfaatkan untuk berbagai keperluan,”tambah Bupati.

Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana

Sambung Bupati, saya berharap Penyuluh Pertanian di Kabupaten Kuningan dapat menjadi aparatur pertanian yang profesional serta kreatif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, harus mempunyai manajemen waktu yang bagus karena penyuluh tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pendamping petani tetapi juga diharapkan dapat selaras dan mendukung program pembangunan pertanian yang ada di Kabupaten Kuningan,” harap nya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan , Ahmad Juber, mengatakan tujuan dari terlaksananya temu teknis ini sebagai upaya untuk membangun persepsi, meningkatkan koordinasi, integritas dan sinergitas mewujudkan program pertanian di Kabupaten Kuningan.

Selanjutnya dikesempatan yang sama Ketua Perhiptani DPD Kabupaten Kuningan, Wawan Ruswanda, menerangkan bahwa di era pembangunan yang semakin komplek dan kompetitif ini, petani dihadapkan pada tantangan yang semakin besar baik dalam aspek penanganan on farm maupun off farm (Pengolahan hasil, dan pemasaran). Keberadaan Penyuluh Pertanian berperan besar dalam penyampaian informasi, percepatan inovasi teknologi serta pendampingan berbagai program pemerintah di tingkat lapang. Oleh karena itu, organisasi PERHIPTANI seyogyanya harus dapat menjadi sarana konsolidasi bagi para penyuluh, tempat berkomunikasi dan tukar informasi, sehingga terjalin kemitraan sekaligus untuk mempromosikan hasil-hasil pertanian di wilayah masing-masing.

“ Pertanian masih menjadi tulang punggung Perekonomian Nasional, karena itu pembangunan pertanian masih menjadi prioritas pembangunan. Termasuk juga Kabupaten Kuningan, menetapkan pertanian menjadi salah satu sektor unggulan dalam bagian pembangunan ekonomi. Dan hal tersebut tercantum dalam misi kabupaten Kuningan yaitu: “Mewujudkan pembangunan kawasan perdesaan berbasis pertanian, wisata, budaya dan potensi lokal untuk mempercepat pertumbuhan serta pemerataan ekonomi rakyat dan untuk di ketahui bersama prestasi penyuluh pertanian Kabupaten Kuningan di tingkat Provinsi setiap tahun selalu bertengger di 3 besar, kami selalu memberikan yang terbaik untuk terus berprestasi membawa nama baik kuningan” ucap Wawan.

Di laporkan juga oleh Ketua Panita kegiatan Deni Pringadi bahwa tujuan diadakannya kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian ada 5 (lima) point penting diantaranya : (1). Urun rembug rencana strategis program ketahanan pangan dan pertanian tahun 2028. (2).  Evaluasi pencapaian kegiatan program ketahanan pangan dan pertanian yang telah dilaksanakan. (3) Menganalisa tantangan dan peluang ketahanan pangan dan pertanian ke depan. (4) Penyuluh mendapatkan arahan secara konsep dan teknis untuk kerja-kerja penyuluhan kedepan dan terakhir (5). Meningkatkan mutu, kompetensi dan profesi penyuluh pertanian secara konsisten dan berkelanjutan sesuai anggaran dasar anggaran rumah tangga perhiptani.

Peserta temu teknis ini adalah seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Kuningan yang berjumlah 267 orang,” Terang Deni. (*J2r/HMS).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *