Akibat Balas Dendam Pemerintah China, Jack Ma Memilih Bertani di Pedesaan

Jack Ma terlihat di Thailand. Foto: Instagram

JAKARTA, SINURBERITA.COM

Sejak melontarkan kritikan terkait sistem keuangan Pemerintah China menjelang akhir tahun 2020 lalu, kini kehidupan Jack Ma tak sama lagi. Harta kekayaan Jack Ma anjlok, hampir tak pernah lagi tampil di publik, dan kini sering terlihat berada di luar China.

Dikutip detikINET dari AFP, Pemerintah China seakan balas dendam pada Jack Ma atas kritikannya yang pedas kala itu. Dalam pidatonya di bulan September 2020, Jack Ma  mengatakan bank di China beroperasi dengan mentalitas “pegadaian” dan menuduh pengawas keuangan menghambat pertumbuhan perusahaan.

Baca juga : Bupati Tutup Mata, Dinas PUPR Tutup Telinga Tanggapi Jalan Sungai Bahar

Pemerintah Beijing yang gusar, kala itu langsung beraksi, konon atas perintah langsung Presiden Xi Jinping. Ant Group tidak jadi berjualan saham karena dianggap tidak mematuhi ketentuan. Tak lama kemudian, Alibaba dijerat dengan rekor denda USD 2,75 miliar atas dugaan praktik bisnis tidak adil.

Kabar terbaru, Jack Ma sudah tidak punya kendali lagi atas Ant Group seperti sebelumnya. Ia seakan dipaksa melepas kendali atas perusahaan fintech asal China tersebut. Perubahan itu diumumkan setelah pemegang saham setuju untuk membentuk ulang struktur pengambilan suara di perusahaan.

Baca juga : Nunggak Sejak 2017, Ketua Banggar Minta Disdik Bayar Hutang Guru Honor

Setelah perubahan ini, Ant Group mengatakan tidak akan ada sosok yang memegang penuh kendali atas perusahaan. Jack Ma saat ini memegang 50% kendali atas Ant Group, namun setelah restrukturisasi akan bersisa 6,2%.

Jack Ma mengendalikan Ant Group lewat saham yang ia pegang dan sering bertindak bersama pemegang saham lainnya. Namun Ant Group mengatakan pemegang saham setuju untuk tidak lagi bertindak bersama saat menggunakan hak suara, dan hanya akan memilih secara independen.

Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana

Jack Ma sendiri sepertinya sudah tidak begitu peduli dengan urusan bisnisnya itu atau memang dipaksa. Belakangan, ia giat mempelajari bisnis pertanian untuk membantu para petani di pedesaan China. Terakhir, ia terlihat berada di Thailand. (*red/dtk)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *