Anak TK di Mojokerto Diperkosa 3 Bocah Usia 8 Tahun Sebanyak 5 Kali

Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

MOJOKERTO, SINURBERITA.COM

Tragedi pemerkosaan anak dibawah umur masih sering terjadi di berbagai daerah. Kejadian ini sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah, para orang tua, dan tentunya kita sebagai generasi penerus anak bangsa. Belum lama ini, seorang siswi taman kanak-kanak (TK) berusia 5 tahun di Kecamatan Dlanggu Kebupaten Mojokerto, Jawa Timur mengalami pemerkosaan yang pelakunya juga masih berusia anak, yakni 8 tahun. Pemerkosaan ini dilakukan sebanyak lima kali sejak tahun 2022 yang lalu.

Baca juga : Penjualan Bayi Berkedok ‘Adopsi’ Semakin Marak di Indonesia

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui tim layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sudah berkooordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jawa Timur dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Mojokerto. Mereka bersama-sama komitmen akan mengawal dan memperhatikan pemenuhan hak-hak korban.

“Kami turut prihatin dan sangat menyesalkan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Tidak hanya korban, tetapi ketiga pelaku juga masih berusia anak, yaitu 8 tahun. Kami mendapatkan laporan bahwa perbuatan para pelaku sudah sejak tahun 2022 dan sekitar lima kali,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar, di Jakarta (20/1/2023).

Baca juga : ICW Minta Polres Pakpak Bharat Usut Tuntas Dugaan Korupsi Mesin Pengering Jagung

Ditambahkan Nahar, “Saat ini P2TP2A Kabupaten Mojokerto telah memberikan layanan pendampingan psikologis terhadap korban. Berdasarkan informasi yang kami terima, korban cenderung belum memahami terkait kekerasan seksual yang dialaminya. Selain itu, korban juga sudah menjalani visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr. Soekandar Mojosari,” kata Nahar.

Terkait penanganan hukumnya, Nahar mendorong aparat penegak hukum untuk memperhatikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengingat pelaku masih berusia di bawah 12 tahun. (*red/idn)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *