Berharap Keadilan, Jabiat Sagala dan Pengacara Sampaikan Nota Pembelaan

MEDAN, SINURBERITA.COM

Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi Dana Covid 19 Kabupaten Samosir kembali digelar. Terdakwa Drs. Jabiat Sagala selaku mantan Sekda Kabupaten Samosir menyampaikan Nota Pembelaan (Pledoi) dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis, 4 Agustus 2022.

Dalam pledoi nya, selama bekerja menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Samosir, Jabiat Sagala selalu ingat pesan ibunya dalam bekerja. “Saya selalu mengingat apa yang pernah disampaikan Ibu saya. “Bapa, benget ho di parngoluan on, ikkon pantun jala serep mangula akka si ulaon mu, asa tarbarita hita, alana jolma na metmet do hita parlumban tonga on” – (anakku selalu waspada dalam kehidupanmu, tekun dan rendah hatilah dalam mengerjakan semua pekerjaanmu, agar tercapai kesuksesan, karena kita orang kecil di kampung ini), katanya dengan isak tangis.

Baca juga : PDIP Walk Out, Kejati Sumut Diminta Periksa LPJ Bupati Samosir TA 2021

“Selama puluhan tahun tersebut saya telah melewati proses dan dinamika birokrasi pemerintahan daerah, termasuk kepada pengelolaan anggaran, dan selama puluhan tahun tersebut pula saya telah teruji dalam hal pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara tanpa ada catatan cacat hukum sedikit pun,” tambahnya.

“Semua program kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai laporan berjalan dengan baik, dan sesuai dengan standart tata kelola keuangan pemerintah daerah. Hal ini juga sudah terungkap dalam fakta-fakta persidangan yang didukung oleh dokumen-dokumen yang sah,” tambahnya.

Baca juga : Kasus Brigadir J : Bharada E Tersangka, Ferdy Sambo Minta Maaf

“Saya berharap dan berdoa, kiranya Bapak/Ibu semua turut membela saya, membela kebenaran, dan mecintai keadilan melalui perkenaan sang ‘Pembela Sejati’ yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa Tuhan Yesus Kristus, karena saya juga percaya “Ujung nai sai monang do Hasintongan” (pada akhirnya, kebenaranlah yang akan menang) dan Percayalah, sebagai penutup ‘Siapapun yang menjolimi saya, pasti akan dipermalukan satu persatu oleh Tuhan Yang maha Kuasa” Amin.,” kata Jabiat mengakhiri.

Pledoi Tim Penasehat Hukum

Tim Penasehat Hukum Terdakwa Drs. Jabiat Sagala, M.Hum, Advokat Parulian Siregar, SH, MH dan Hutur Irvan V Pandiangan, SH, MH, menyampaikan pledoi (nota pembelaan) pada persidangan hari Kamis, 04 Agustus 2022. Berikut isi pledoi Tim Penasehat Hukum ;

1. Bahwa berdasarkan hasil Audit/Pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Auditor Inspektorat Kabupaten Samosir (APIP) dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Auditor Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang dilaksanakan dengan Mematuhi Standar Pemeriksaan Keuangan Negara berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara, Terbukti Tidak ada Temuan  Kerugian Keuangan Negara atas Penggunaan Belanja Tidak Terduga untuk Pencegahan dan / atau Penanganan Covid 19 di Kabupaten Samosir ;

2. Besaran anggaran penggunaan Pencegahan dan/atau Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir yang telah disetujui oleh Bupati Samosir (Drs. Rapidin Simbolon, MM) melalui Surat Keputusan Nomor : 103 tahun 2020 yaitu sebesar Rp.1.880.621.425.,- ;

3. Bahwa Realisasi Penggunaan Anggaran Belanja Tidak Terduga adalah sebesar Rp.944.050.768 ,- dan sisa Anggaran yang tidak dipergunakan adalah sebesar Rp. 936.570.657,-  yang telah dikembalikan ke Kas Daerah Kabupaten Samosir.

4.Dengan demikian jumlah anggaran yang telah dipergunakan ditambahkan dengan jumlah sisa anggaran yang tidak dipergunakan yang telah dikembalikan ke Kas Daerah adalah sebesar  : Rp. 944.050.768;  +  Rp.936.570.657 ;  =  Rp.1.880.621.425;

5. Bahwa hasil Pemeriksaan Auditor Drs. KATIO adalah juga sama yaitu Bahwa Realisasi Penggunaan Anggaran Belanja Tidak Terduga adalah sebesar Rp.944.050.768 ,- dan sisa Anggaran yang tidak dipergunakan adalah sebesar Rp. 936.570.657,-  telah disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Samosir ;

6. Fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan Keterangan Saksi-saksi yang meringankan yang kami hadirkan di persidangan yaitu  : 5 (Lima) orang Camat, 9 (Sembilan) orang Kepala desa dan 9 (Sembilan) Orang Masyarakat Samosir yang menerima langsung pemberian Makanan Tambahan dan Vitamin C  dan semua saksi menerangkan bahwa benar Saksi merima bantuan Makanan Tambahan berupa : 1 Papan Telur ( isi 30 butir Telur ), 1 kg Gula Pasir dan 1 papan ( Strip ) Vitamin C , serta Semua Saksi menerangkan bahwa sangat senang menerima bantuan tersebut dan sangat bermanfaat bagi masyarakat Samosir khususnya bagi saksi dan Keluarga ;

7. Begitu juga dalam surat daftar penerima bantuan diseluruh desa di kabupaten samosir yang menerangkan : bahwa benar menerima bantuan Makanan Tambahan dan Gizi  berupa : 1 Papan Telur ( isi 30 butir Telur ), 1 kg Gula Pasir dan 1 papan ( Strip ) Vitamin C, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat samosir /warga karena bantuan tersebut khususnya Telur dan Vitamin dapat meningkatkan daya tubuh dalam menghadapi serangan virus Covid-19;

8. Bahwa demikian juga Keterangan Ahli Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Drs.  KATIO,MM yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dipersidangan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :Bahwa Ahli pada saat melaksanakan Audit Perhitungan Kerugian Negara atas Penggunaan Belanja Tidak Terduga telah melakukan kunjungan ke Samosir untuk mewawancarai warga secara acak ( Sampling ) dan Faktanya adalah semua warga yang diwawancarai menyatakan : benar telah menerima bantuan Makanan Tambahan berupa : 1 kg Gula, 30 butir Telur dan 1 papan Vitamin C dari Pemerintah Daerah Samosir ;

9. Bahwa demikian juga Penggunaan Anggaran oleh PPK Bidang Kesekretariatan, Kesehatan dan Bidang Komunikasi Publik, bahwa anggaran tersebut telah direalisasikan penggunaannya dan masing-masing PPK telah menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan yang disertai dengan bukti- bukti pengeluaran sebagaimana lazimnya, hal ini bersesuaian dengan keterangan Saksi-saksi fakta;

10. Bahwa dari uraian kami tersebut diatas yang didukung oleh alat bukti Surat dan Keterangan Saksi Fakta dipersidangan serta Keterangan Ahli telah terbukti bahwa dalam Penggunaan Belanja Tidak Terduga untuk Pencegahan dan/atau Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Samosir Tidak ada Kerugian Keuangan Negara yang Nyata dan Pasti  akibat dari Perbuatan Terdakwa Drs. Jabiat Sagala, M.Hum ;

11. BAHWA TIDAK BENAR AKIBAT PERBUATAN TERDAKWA DRS. JABIAT SAGALA, M.Hum SELAKU KETUA PELAKSANA GUGUS TUGAS MENGELUARKAN SURAT KEPUTUSAN NOMOR  45 TAHUN 2020 adalah SALAH DAN BERTENTANGAN DENGAN SURAT EDARAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 440/2622/SJ TANGGAL 29 MARET 2020 TELAH MENIMBULKAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA karena telah Menerapkan Peraturan Berlaku Surut terhadap Terdakwa Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum, hal ini merupakan bentuk kongkrit pelanggaran Hak Konstitusional dari Terdakwa  yang telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28 I Ayat (1) :

Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan HAK UNTUK TIDAK DITUNTUT ATAS DASAR HUKUM YANG BERLAKU SURUT adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.**

12. Bahwa Perbuatan yang dilakukan Terdakwa Sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Samosir adalah Untuk Keselamatan Jiwa Manusia dari Ancaman yang Nyata dari Corona Virus Disease  19 ;

13. Bahwa Penggunaan Belanja Tidak Terduga telah Terbukti Berhasil membuat Kabupaten Samosir pada posisi ZONA HIJAU COVID-19  hingga  bulan Agustus 2020 dan Pemberian Makanan Tambahan dan Vitamin Sangat Bermanfaat untuk Meningkatkan Daya Tahan ( Immunitas ) Tubuh bagi Masyarakat Samosir yang menerimanya ;

14. Bahwa Penggunaan Belanja Tidak Terduga Telah Terbukti dilaksanakan secara Transparan dan Dapat Dipertanggungjawabkan oleh Terdakwa Drs. JABIAT SAGALA, M.Hum., sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Samosir;

“Berdasarkan seluruh fakta-fakta yang telah terungkap di depan persidangan ini, maka kesimpulan terdakwa Drs. Jabiat Sagala, M.Hum. tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang telah diuraikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di dalam dakwaannya. Tidak ada kerugian keuangan Negara penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam upaya pencegahan dan/atau penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir.”  (*red/Ery)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.