Bimtek Drill Test Pengelola Keamanan IT se Provinsi Jambi

JAMBI, SINURBERITA.COM

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi melalui bidang Persandian dan Teknologi Informasi Komunikasi melaksanakan bimtek Drill Test Pengelola Keamanan IT, Drill Test  adalah kegiatan simulasi (live incident) dalam menangani security incident di dunia teknologi informasi atau yang disebut dengan incident response. Kegiatan dilaksanakan di ball room Luminor, bimtek dilaksanakan selama 4 hari, 6 s.d 9 September 2022. Peserta bimbingan teknis ini terdiri dari para pejabat dan staf yang mengelola urusan persandian Dinas Komunikasi dan Informatika provinsi dan kabupaten/kota se- Provinsi Jambi.

Baca juga : Rapat Koordinasi Karhutla Samosir dan Urgensi Penataan Simpang Gonting

Peserta keseluruhan  sebanyak 38 peserta dengan rincian Provinsi Jambi sebanyak 16 orang, Kota Jambi sebanyak 2 orang, Kabupaten Batanghari sebanyak 3 orang, Kabupaten Sarolangun 3 orang, Kabupaten Bungo sebanyak 2 orang, Kabupaten Tebo sebanyak 2 orang, Kabupaten Tanjab Timur dua orang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 2 orang, Kabupaten Kerinci sebanyak 2 orang, Kota Sungai Penuh sebanyak 2 orang dan Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 2 orang.

Kepala Dinas Kominfo yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian dan Teknologi Informasi Komunikasi, Nailul Authar, S.E dalam sambutannya menyatakan bahwa dinamika strategis yang terjadi dewasa ini tentu memberikan pengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dimana revolusi industri 4.0 menghadirkan perkembangan teknologi yang menghubungkan infrastruktur fisik dan nonfisik. “ Interkoneksi antara kedua infrastruktur tersebut memunculkan terminologi yang dikenal dengan dunia maya atau ruang cyber ruang. Ruang cyber itu sendiri terbentuk karena adanya sistem elektronik yang saling terhubung dengan internet. Sistem elektronik itu sendiri adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan mengumpulkan mengolah menganalisis menyimpan menampilkan mengirimkan dan menyebarkan informasi secara elektronikelektronik,” ujar Nailul.

Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana

Dilanjutkannya bahwa perkembangan saat ini menunjukkan bahwa intervensi penggunaan internet di Indonesia kurang lebih telah mencapai angka 205 juta pengguna ini berarti ada 7 3,7% dari populasi penduduk Indonesia yang berada dalam ruang cyber. “ Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di ruang siber ditambah pula pemerintah dituntut untuk melakukan transformasi digital atau wajib menyelenggarakan sistem elektronik yang bertanggung jawab Bagaimana amanat pada Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik,”ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut antisipasi dan persiapan terhadap kemungkinan ancaman di ruang cyber harus terus dilakukan secara berkesinambungan hal ini untuk mengimbangi perubahan teknologi yang sangat dinamis. “Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia khususnya pada bidang yang menangani keamanan informasi. Bimbingan teknis hari ini akan menjadi bekal bagi kita dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan dan keamanan sistem elektronik di daerah masing-masing sesuai dengan standar keamanan informasi secara nasional.  Dan dapat menjadi acuan dalam mengidentifikasi celah keamanan yang mengakibatkan dampak kerugian bagi pemerintah,”katanya.

Baca juga : Gala Premiere dan Pesan Moral Dibalik Pembuatan Film Sayap Sayap Patah

Bimtek ini dilaksanakan sebagai  upaya untuk meniingkatkan fungsi persandian di provinsi Jambi agar dapat berjalan secara optimal. “ Untuk itu dengan diadakannya kegiatan Bimtek Drill test ini kami berharap dapat memberikan pemahaman fundamental tentang keamanan saya buat secara komprehensifkomprehensif. Terakhir tidak lupa menghimbau kepada peserta yang hadir untuk dapat dengan sungguh-sungguh menimba pengetahuan yang akan disampaikan oleh para narasumber sehingga dapat diaplikasikan di daerah masing-masing dan besar harapan saya dengan diadakannya bimtek ini kita akan dapat saling bersinergi dalam satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan keamanan informasi di kawasan Provinsi Jambi,”katanya.

Moch. Mawardi, S.I.P. Kasi Pengawasan dan Evaluasi Penyelenggaraan Persandian dalam laporannya menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pelatihan yang berkaitan dengan penanggulangan dan pemulihan insidensi bertahap dasar dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM di bidang persandian. “Simulasi penanganan bencana tak cuma di dunia nyata. Di ranah maya pun ada. Aktivitas ini disebut drill test sebagai latihan menangani insiden keamanan di jagat teknologi informasi. (*Ovel/HMS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.