Dikerjakan Bulan Puasa, Ini Progres Proyek Tol Bayung Lencir – Tempino

Jalan Tol Trans Sumatera (Foto Dok)

JAKARTA, SINURBERITA.COM

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai proses lelang proyek pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1, 2 dan 3.

Untuk diketahui, Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino akan menghubungkan wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi. Jalan tol ini merupakan bagian dari ruas tol Betung – Tempino – Jambi yang memiliki total panjang 169 kilometer dengan nilai investasi Rp 25,2 triliun. 

Melihat laman LPSE Kementerian PUPR, terlihat ada 3 seksi tol Bayung Lencir – Tempino yang telah memasuki tahapan lelang. Berikut nilai, peserta dan progres lelangnya :

Baca juga : Bupati Tutup Mata, Dinas PUPR Tutup Telinga Tanggapi Jalan Sungai Bahar

Seksi 1

Lelang proyek Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 1 telah dibuka pada 31 Oktober 2022 dengan nilai pagu paket proyek yaitu Rp 1,67 Triliun, tepatnya Rp. 1.674.858.326.000,00. Lokasi proyek pembangunan jalan Tol Bayung Lencir – Tempino ini tepatnya ada di Bayung Lencir – Kab. Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Setidaknya ada 70 perusahaan yang mendaftar dalam lelang Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 1 dan yang lolos evaluasi kualifikasi dan mengikuti tahap pembuktiannya hanya ada empat perusahaan. Keempat perusahaan itu adalah PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Yasa Patria Perkasa, PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya. 

Dalam jadwal laman LPSE, penetapan pemenang akan dilakukan pada 23 Januari 2023 ini dan tanda tangan kontrak 3 Februari 2023. Saat ini pada masih dalam tahap Pembukaan dan Evaluasi Penawaran.

Baca juga : Lantik Dirjen Imigrasi, Menkumham Intruksikan Enam Langkah Penting

Seksi 2

Meskipun sempat terlihat “Gagal Lelang”, pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 2 saat ini kembali dibuka lelang ulang.  Dalam proses lelang ini, tercatat ada 47 peserta lelang yang mendaftar.  Nilai pagu lelang seksi 2 ini Rp 1,4 Triliun atau tepatnya Rp. 1.412.740.662.000. Lokasi pekerjaannya di Kabupaten Musi Banyuasin. Terpantau tahapan lelang ulang baru masuk pada evaluasi dokumen peserta lelang. 

Seksi 3

Lelang proyek pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 kini telah memasuki tahap Pembukaan dan Evaluasi Penawaran. Dari laman LPSE, terlihat pagu anggaran seksi 3 ini Rp 2,6 Triliun atau tepatnya Rp. 2.831.749.540.000,00.

Jika seksi 1 dan 2 lokasi proyeknya ada di Musi Banyuasin – Sumsel, untuk Seksi 3 ini tercatat di LPSE lokasi pekerjaannya berada di Kab. Muara Jambi. Sesuai dengan namanya, Tol Tempino. 

Baca juga : PPS Berakhir, Harta yang Diungkap Rp 594,82 Triliun dengan PPh Rp 61,01 Triliun

Pantauan di LPSE, tercatat ada 75 perusahaan kualifikasi usaha besar ikut mendaftar sebagai peserta dan yang lolos kualifikasi hanya ada tiga yaitu  PT. Pembangunan Perumahan, PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya. 

Apabila semua proses lelang berjalan sesuai jadwal, maka pengumuman pemenang akan dilakukan 27 Januari 2023 dan apabila tak ada yang melakukan sanggah, maka 3 Maret akan dilakukan tanda tangan kontrak dengan pemenang lelang.

Artinya, bulan Maret 2023 pekerjaan Sesi 3 jalan Tol Bayung Lencir – Tempino akan mulai dikerjakan di Kabupaten Muaro Jambi. Dan jika tak ada kendala, waktu awal pekerjaan juga diperkirakan tak jauh dengan jadwal bulan Ramadhan.

Baca juga : CV. AWJ Dikeluhkan Warga, Komisi III Lakukan Kunker ke Desa Darangdan

Namun, jadwal ini tentu saja masih bisa berubah, jika Tim Pokja melakukan perubahan seperti memperpanjang waktu tahapan atau jika ada yang melakukan sanggah, dan lain-lain.

Untuk diketahui, akses Jalan Tol di Sumatera Selatan terdiri dari tiga ruas yakni tol Betung – Tampino – Jambi, dan Simpang Indralaya – Muara Enim.

Triono Junoasmono kepada wartawan menyampaikan, “Untuk ruas Betung – Tempino – Jambi sepanjang 169 Km saat ini sudah memiliki Feasibility Studies (FS) dan basic design. Untuk pengadaan tanah sudah dilakukan penentuan lokasi dan dalam proses appraisal”.

Ditambahkannya, “Diharapkan tahun 2024 sudah tersambung Jalan Tol hingga Jambi. Namun bila persetujuannya belum didapatkan di tahun 2022 maka targetnya bisa bergeser,” kata Triono. (*red/dpc/JE)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *