Oknum Kaur Desa Bintang Meriah Kec. Batang Kuis Diduga Langgar Undang-Undang

DELI SERDANG, SINURBERITA.COM

Salah seorang kaur di Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Kab. Deli Serdang diduga melakukan pelanggaran penggandaan identitas kartu keluarga. Saat di cek kebenaran informasi yang diberikan salah satu warga ke awak media, tim pun bergegas mengecek ke dinas terkait tentang kebenaran tersebut. (Kamis 9/8/2022).

Baca juga : Rapat Koordinasi Karhutla Samosir dan Urgensi Penataan Simpang Gonting

Benar saja, saat di cek ke dinas terkait, tim terkejut melihat nama yang ada di kartu keluarga. Dan jelas terlihat di salah satu komputer dinas, atas nama Pak Harun (alm) seharusnya sudah tidak ada di tahun 2022, kini kepala keluarga atas nama Radiah.

Saat tim mengkonfirmasi ke kaur tersebut, kepada awak media mengatakan, “Bahwa Alm. Harun benar memang disengaja diadakan di kartu keluarga, dikarenakan agar bantuan dapat terus mengalir,” ungkapnya.

Akan kejadian ini, diduga kuat kaur desa tersebut telah melanggar Undang-Undang. Perlu dipahami terlebih dahulu apa yang disebut PENGGANDAAN. Dalam pasal 1 angka 12 UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta disebutkan bahwa, Penggandaan adalah proses, perbuatan, atau cara menggandakan satu salinan Ciptaan dan/atau fonogram atau lebih dengan cara dan dalam bentuk apapun, secara permanen atau sementara.

Selanjutnya, indikasi tindak pidana dalam merubah/menambah/mengurangi dokumen asli yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak dapat di kategorikan sebagai tindak pidana berupa pemalsuan surat atau dokumen yang diatur dalam pasal 263 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

Baca juga : Sejarah Panjang Polri, 7 Jenderal Umumkan Ferdy Sambo Tersangka

Butir pasal 263 KUHP berbunyi, (1) Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

(2) Dengan hukuman serupa itu juga dihukum, barangsiapa dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, kalau hal mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian.

Sampai berita ini naik, belum ada konfirmasi kepala desa dan camat setempat. (*Tim)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.