Ribuan Karung Tanah Jadi Tanggul Darurat Atasi Banjir Rob

Kota Pekalongan, SinurBerita.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 1.500 karung berisi tanah untuk menutup sementara tanggul Sungai Meduri yang jebol, yakni di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat. Tanggul darurat tersebut diharapkan dapat mengatasi banjir rob, akibat gelombang pasang di pesisir pantai utara, yang terjadi sejak awal pekan ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat, Bambang Sugiharto, menjelaskan, sebanyak 1.200 karung tanah didistribusikan ke Kelurahan Tirto gang 12, dan 300 karung ke gang 16. Pembangunan tanggul-tanggul darurat itu dilakukan bersama dengan aparat TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat sekitar.

“Di samping itu, di Slamaran, Kecamatan Pekalongan Utara, tadi malam kami juga mendapatkan laporan bahwa ada parapet yang jebol disana di satu titik. Dan pada hari ini kami sudah mulai melaksanakan pengiriman karung-karung tanah ke sana, untuk segera dipasang pada titik-titik yang kritis baik rawan jebol maupun melimpas,” tutur Bambang, di Hotel Santika Pekalongan, Rabu lalu.

Bambang menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugas jaga pompa untuk menyalakan pompa menyesuaikan kondisi ketinggian air rob, yakni tinggi banjir rob itu lebih rendah daripada tinggi tanggul.

Pemerintah pusat, menurutnya, telah menyiapkan beberapa program jangka panjang untuk pengendalian banjir rob, antara lain Paket 1 penanganan banjir rob di Sungai Lodji. Guna menangani limpasan air sungai tersebut, pemerintah akan membangun parapet di sepanjang sungai hingga muara. Selain itu, pembangunan bendung dan kolam retensi seluas 8,5 hektare di muara Sungai Lodji.

“Namun, kami akan menggunakan sebagian kolam retensi itu untuk tambat labuh kapal nelayan, sembari menunggu pembangunan pelabuhan onshore yang saat ini masih dirintis Pemkot dengan KKP,” pungkasnya.

Terpisah, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menuturkan, pada Kamis (26/5), banjir rob sudah surut. Ketinggian air tinggal 15 centimeter. Menurutnya, pemerintah pusat turut membantu penanganan banjir rob dengan mengirimkan pompa tambahan.

“Tadi dari Kementerian PUPR meninjau ke Kota Pekalongan. Mereka akan membantu mengirimkan tambahan pompa mobile sekitar delapan (unit),” terang Wali Kota Aaf, saat mengunjungi para pengungsi di Masjid Khusnul Kulk Tirto. (*HMS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.