Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana

Pengibaran Bendera Merah Putih di Gunung Sanggabuana

NUSANTARA, SINURBERITA.COM

Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 dengan tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”, di berbagai pelosok Nusantara menggelar berbagai kegiatan dalam menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Bangsa Indonesia setelah 350 tahun lamanya dijajah oleh Belanda. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan di berbagai penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. Hal ini tentunya merupakan kewajiban kita sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia.

Baca juga : “Merayu Alam Karena Kecantikan Karang Hawu”

Tidak hanya pengibaran sang Merah Putih, kemeriahan menyambut HUT Kemerdekaan juga terlihat dengan digelarnya berbagai macam kegiatan di Bumi Nusantara, baik itu dalam bentuk lomba-lomba, panggung musik, pawai, budaya, dan sebagainya. Setelah sekian lama dilanda pandemi, kegiatan ataupun lomba2 dalam menyambut HUT RI ke 77 ini kembali dapat kita rasakan euforia kegembiraan masyarakat dalam menyambut perayaan 17 Agustus.

Tim Pintu Merah Putih

Gunung Sanggabuana – Karawang

Turut ambil bagian dalam semarak HUT RI ke-77 tahun 2022, sejumlah komunitas dan para pegiat Spiritual ikut mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Gunung Sanggabuana yang terletak di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang.

Baca juga : Kecantikan Danau Toba yang Tak Lekang oleh Waktu

Pegiat Spiritual asal Depok, kepada sinurberita.com mengatakan, “Jam 7 pagi tadi, Tim Pintu Merah Putih telah mengibarkan Sang Merah Putih di puncak Gunung Sanggabuana. Kegiatan ini merupakan bentuk semangat kami dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-77 dengan harapan Negara ini dapat Pulih lebih Cepat Bangkit lebih Kuat, kejayaan, kemakmuran, serta kedamaian semakin cepat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Hal inilah yang kami panjatkan didalam doa setelah kami menaikkan Bendera Merah Putih yang berukuran 120 cm x 130 cm. Dengan bermodalkan niat, semangat, dan doa kami berharap rakyat Indonesia semakin bersatu, saling bekerja sama didalam perbedaan, saling mensupport satu sama lain hingga memperteguh dan memperkokoh Persatuan Indonesia (Sila ke 3 Pancasila) sebagaimana cita-cita para pendiri Bangsa ini, khususnya Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno (Bung Karno),” ujar Arifin kepada sinurberita.com.

Panorama Alam Gunung Sanggabuana 1291 mdpl

Ditambahkan Darsono, “Ini juga sebagai bentuk publikasi kami kepada masyarakat Indonesia agar Gunung Sanggabuana bisa lebih familiar dan lebih dikenal lagi suasana alam dan pemandangannya. Gunung Sanggabuana dengan ketinggian 1291 mdpl tidak mudah untuk didaki dan gunung ini sangat sakral. Tidak bisa dipungkiri, meskipun perjalanan ke gunung ini cukup jauh, tapi semangat kita untuk berada disini terbayarkan oleh puasnya rasa ini setelah sampai di puncak dengan adanya beberapa makom, yakni makom Eyang Sapujagat, Eyang Jagapati, Eyang Cakrabuana, Eyang Langlang Buana, Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Eyang Abdul Kasep, Eyang Haji Ganda Mandiri, dan Ibu Ratu Galuh. Mari kita jaga, rawat, dan pelihara alam di Gunung Sanggabuana ini,” ujar Darsono yang juga bagian dari Tim Pintu Merah Putih.

Gunung Padang – Cianjur

Foto bersama : Sri Sirait, Dikna, Alexandro Carrero, Kang Nanang, Petrus Paternus Wogo, dan Olivia.

Tidak ada hanya di Gunung Sanggabuana Kabupaten Karawang, sekelompok anak muda dari berbagai daerah juga ikut memperingati semarak HUT Kemerdekaan RI ke-77 dengan berwisata Spiritual ke Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur.

Gunung Padang merupakan mahakarya megalitik tertua di dunia yang diperkirakan berusia 8.000 hingga 28.000 tahun, lebih tua dari piramid Giza, Mesir. Ini merupakan situs prasejarah peninggalan/peradaban kebudayaan Nusantara yang sudah diakui secara Nasional maupun Internasional.

Jupel Gunung Padang, Kang Nanang.

Kang Nanang, Juru Pelihara (Jupel) Gunung Padang kepada sinurberita.com mengatakan, “Bersyukur dan terima kasih, di Hari Kemerdekaan RI yang ke 77 ini, ada anak-anak muda yang terpanggil untuk mengenal Situs Cagar Budaya Gunung Padang. Pesan kami sebagai masyarakat atau penjaga Gunung Padang kepada generasi muda penerus Bangsa, kita harus lebih mengenal budaya dan sejarah, yakni budaya kita sendiri yaitu Budaya Nusantara. Dimana Bumi dipijak disitu Langit dijunjung, karena ini Ibu Pertiwi kita. Bahwa kita sebagai manusia harus selalu menjaga, melestarikan, dan menghormati peninggalan leluhur kita, seperti salah satunya situs Cagar Budaya Gunung Padang,” ujar Kang Nanang.

Dokumentasi Marino Sirait

Ditambahkannya, “Dari Gunung Padang, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, dimana pun berada tempat peninggalan leluhur harus kita jaga, kita rawat, dan lestarikan. Juga terhadap alamnya, kita harus melindungi dan terus menjaganya. Contohnya, kita tidak boleh menebang pohon sembarangan, tidak boleh membuang sampah sembarangan. Apalagi, sampai adanya indikasi perbuatan merusak alam, itu akan merusak sistem kehidupan di alam sekitar. Rusak tidaknya alam itu tergantung kita sebagai manusia. Jadi pesan saya, mari kita jaga, pelihara, rawat alam semesta ini dengan tulus dan ikhlas,” tegas Kang Nanang dikediamannya. (*Tim/red)

Mungkin Anda juga menyukai

5 Respon

  1. Agustus 20, 2022

    […] Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana […]

  2. September 12, 2022

    […] Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana […]

  3. September 17, 2022

    […] Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana […]

  4. September 21, 2022

    […] Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana […]

  5. Oktober 3, 2022

    […] Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.