Syukuran Keluarga Besar Hison/Sahen, GPD-Alur Barito Minta Investasi Harus Beradat Ditanah Leluhur Dayak

BARITO UTARA, SINURBERITA.COM

Hison dalam kata sambutan mewakili keluarga besarnya yang diberikan kuasa pendampingan penuh untuk kepengurusan polemik lahan yang akan digunakan untuk Logpon PT. Lautan Hutan Lestari (LHL) di wilayah Desa Kamawen Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan, “Dayak yang tergabung dalam organisasi Gabungan Pangkalima yang disingkat dengan GPD-Alur Barito terbukti sudah kuat. Apalagi terus di dampingi oleh rekan-rekan media yang tergabung di Ikatan Wartawan Online (IWO) Barito Utara dan rekan sahabat media lainya ini menjadi kekuatan besar untuk organisasi yang serius membela dan mempertahankan hak masyarakat dari perampasan kapitalis yang biasanya dikakukan dengan memperalat oknum pemerintahan”, ujar Hison.

Baca juga : Nunggak Sejak 2017, Ketua Banggar Minta Disdik Bayar Hutang Guru Honor

“Sekalipun saya selaku ketua umum (ketum) organisasi, tanpa angota-angota pangkalima yang siap berjuang berdarah-darah di lapangan perjuangan rakyat tidak akan tercapai. Maka dengan tidak memandang besar kecilnya pendapatan, sudilah kiranya semua angota yang terlibat perjuangan untuk menerima ucapan terima kasih dari keluarga besar pemilik lahan”, pinta Hison.

Ditambahkannya, kronologi singkat perjuangan bahwa tepatnya sekitar tanggal 2 Mei 2022 keluarga pemilik lahan mendapatkan informasi bahwa lahan kelola yang berisi kebun karet, rotan dan buah-buahan pada besoknya akan ganti rugi kepada oknum Kepala Desa  dan oknum kepala adat juga warga diduga terprovokasi untuk menjual lahan dimaksud kepada pihak perusahaan. Lalu setelah saya positifkan, maka pada tanggal 3 saya beserta puluhan anggota langsung turun lapangan untuk menebas/menebang lokasi lahan supaya kelihatan isi kebunya dan lansung kami viralkan supaya diketahui bahwa lahan tersebut kami duduki untuk mencari kepengurusan hingga terjadi mediasi curang. Bahkan sempat 5 x cek lapangan namun dibatalkan sepihak hingga pernah dimediasi di kantor kepolisian kabupaten setempat namun upaya tetap memaksa kami sehingga angota inti dan keluarga harus berbulan-bulan tidur di hutan sampai adanya pengakuan yang hari ini kita laksanakan syukuranya.

Belajar dari kejadian-kejadian seperti ini, kami sangat berharap agar semua investasi yang ada harus hidup beradat di tanah warisan leluhur kami sebagai mana juga yang disampaikan oleh Aryosi Jiono S.Pd pengurus organisasi. “Jika satu yang tersakiti maka semua anggota akan turun”, ujar Gio disela tugas pembawa acara.

Pada acara syukuran yang bertempat di lokasi Rumah Makan Pondok Stadion, dihadiri juga oleh Edi Panaji selaku Dewan Pembina IWO Barut yang sekaligus beliau adalah salah seorang wakil rakyat selaku anggota DPRD Kabupaten

Dalam kata sambutannya, Edi Panaji menyampaikan, “Dayak sekarang sudah terbukti kuat dan mampu dalam bentuk apapun untuk mempertahankan hak hidup di tanah leluhur kita sendiri, melalui GPD-Alur Barito yang sudah terbukti berkali-kali serius menangani kasus pertahanan dan perjuangan rakyat maka saya berharap agar organisasi ini terus dibina supaya lebih besar dan eksis ditengah-tengah perjuangan rakyat khususnya di alur sungai barito dan selamat kepada keluarga besar pemilik lahan jangan kendor diatas kebenaran”, imbuhnya.

Baca juga : Sang Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Padang dan Sanggabuana

Dalam sambutannya, Sukma selaku Sekjen menyerukan yel-yel; Siapa Kita..? Dayak! Siapa kita..? Dayak! Dimana..? Di tanah leluhur sendiri. “Semua oknum Kapitalisme jahat, apabila tidak beradat, Lawan..! Karena kita tidak boleh tereliminasi dari tanah kita sendiri”, tegasnya.

Hal serupa disampaikan oleh Titis Man selaku pimpinan Spiritual GPD-Alur Barito, “Jika Dayak lemah setelah kalimantan diresmikan menjadi IKN, maka kita bagaikan tamu di tanah kita sendiri”, tutup Titis Man.

Sanupeli selaku Sekretaris IWO Barut juga memberikan kata sambutan bahwa, “Organisasi GPD – Alur Barito ini dibentuk oleh para tokoh untuk mempersatukan suku dayak sepanjang aliran Sei. Barito untuk mempertahankan Hak Ulayat Adat dan Budaya di tanah leluhur sendiri maka kita terus bersinergi dengan semua pihak kerna yang tergabung sebagai anggota juga ada beberapa dari Jurnalistik yang siap mempiralkan apabila ada temuan intimidasi  dan kriminalisasi”, tutur Sanupeli.

Setelah penyerahan amplop ucapan terima kasih dari masing-masing keluarga besar Hison/Sahen yang dihadiri sekitar 163 Anggota GPD-Alur Barito, 13 orang Angota Media, 9 Orng sahabat PT. HMI, 34 Orang Keluarga pemilik lahan yang sempat hadir dilanjutkan dengan acara makan bersama. (*Yurin)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.