TAPTENG, SINURBERITA.COM – Astuty Marhaida Aritonang didampingi Simon Situmorang dan Freddy Antonius Pardosi melaporkan akun media sosial (Medsos) Facebook Ganra Sihotang atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ke Polres Tapteng, Senin (9/3/2026).
Kejadian ini terjadi pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, ketika Astuty Aritonang melihat ada postingan akun facebook Ganra Sihotang yang disebarluaskan ke beberapa akun media sosial grup facebook lainnya dengan narasi yang merugikan dirinya.
Dalam postingan tersebut dituliskan, “Inilah Tampang Rosita (Raja Olah Sibolga Tapteng). Membuat proposal natal ke stake holder dan pengusaha serta ke PT, terkumpul dana puluhan juta, acaranya tak digelar, alasannya bencana, padahal yg terkena bencana saja merayakan natal. Jangan jangan uang dari donatur digelapkan panitia..kwkwkwk”, tulis akun Facebook Ganra Sihotang.

Dalam postingan tersebut, terdapat gambar potongan berita dari website media www.sinurberita.com, dimana Astuty Aritonang merupakan Kepala Biro Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Ia menyampaikan, “Bahwa tuduhan atau pernyataan tersebut tidak benar dan telah mencederai kehormatan serta nama baik saya di ruang publik. Sehingga, saya secara resmi melaporkannya ke Polres Tapteng guna diproses secara hukum yang berkeadilan,” tegas Astuty Aritonang.
Lanjutnya, ia berharap agar pihak Polres Tapteng segera memproses laporannya tersebut sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami yakin dan sangat percaya bahwa Polres Tapteng akan mengusut tuntas apa yang jadi laporan saya hari ini,” harapnya.
Dalam laporannya, Astuty Marhaida Aritonang menyerahkan 4 lembar print out tangkapan layar unggahan Facebook pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan akun media sosial facebook Ganra Sihotang dan beberapa akun grup facebook lainnya sebagai bukti awal bagi pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
Baca juga: Biaya Koordinasi PTPN IV Kebun Adolina Rp1,7 Milyar Diduga Sarat Korupsi
Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online yang terbit pada Minggu, (8/2/2026) Wartawan dan LSM Serta Purna Sibolga-Tapteng menggelar refleksi diri dan doa bersama serta penyerahan tali asih kepada korban yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sibolga dan Tapteng.
Penyelenggaraan tersebut senada dengan beberapa pimpinan gereja di Indonesia yang menyerukan untuk tidak merayakan Natal secara berlebihan sebagai bentuk empati bagi korban bencana alam di beberapa Provinsi di Pulau Sumatera.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana dan penuh khidmat di Gereja GPdI Victory, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Pondok batu, Sarudik, Kabupaten Tapteng, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan diawali dengan kata sambutan Ketua Panitia Simon Situmorang, kemudian ibadah umum, setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan tali asih oleh Pendeta Suparlin Nainggolan STh dan Panitia kepada Para Wartawan dan LSM serta Purna yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Simon Situmorang mengatakan bahwa dirinya merasakan pertolongan dan mujizat Tuhan sungguh sangat luar biasa terhadap dirinya, istri dan anak-anaknya disaat bertahan di rumahnya di tengah banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng.
Baca juga: Simon Terpilih Ketua Panitia Natal Wartawan dan LSM Sibolga-Tapteng 2025
Hal ini terungkap saat Simon Situmorang menceritakan kisah dirinya dan keluarganya saat peristiwa banjir bandang terjadi 25 November 2025 lalu yang telah memberikan dampak yang sangat besar, baik terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya, harta benda maupun kondisi psikologis.
“Satu malam penuh kami berada di dalam rumah dengan genangan air bercampur lumpur dan dentuman kayu-kayu gelondongan yang melintas dari kiri dan kanan rumah. Dentumannya sangat keras sekali, seandainya kayu-kayu mengenai rumah kami dan bocor, mungkin kami tidak selamat. Tetapi Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kami. Dan pagi hari pukul 05.00 WIB, warga di luar sudah ramai dan memberikan bantuan untuk mengevakuasi kami dari dalam rumah,” jelasnya.
Masih kata Simon Situmorang, setelah dilakukan evakuasi, warga menolong dan membawa mereka tinggal sementara di salah satu rumah warga dekat SMA Negeri 1 Tukka selama 3 hari. Setelah itu, dirinya bersama keluarganya mengungsi ke rumah mertuanya hingga saat ini.
“Barang-barang yang ada di rumah tak ada yang bisa diselamatkan dengan kondisi tergenang air dan tertimbun lumpur,” katanya.
Kemudian, Simon Situmorang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyusun acara ini dengan penuh tanggung jawab.
Sambungnya, dikesempatan ini juga akan disampaikan tali asih kepada Para Wartawan dan LSM serta Purna Sibolga-Tapteng.
Baca juga: Kepsek SDN 158490 Aek Tolang Bantah Pengutipan Guru Sertifikasi
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak donatur yang telah memberikan kontribusi dan dukungan, baik dalam bentuk bantuan maupun doa. Semoga setiap amal kebajikan yang dilakukan hari ini mendapatkan balasan dari Tuhan.
“Ucapan terimakasih kami sampaikan diantaranya kepada PT Agincourt Resources Tambang Emas Martabe, PT Pelindo, PLTU Labuhan Angin Indonesia Power (IP), dan juga kepada para donatur-donatur lainnya yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu,” ucapnya.
Sementara itu, Pengkhotbah Pendeta Suparlin Nainggolan dalam khotbahnya dari Nats khotbah Mazmur 106:1 yakni berbunyi ‘Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya’.
“Ungkapan Haleluyah adalah ungkapan rasa kelegaan tanpa disengaja yang disampaikan atas sesuatu yang dirasakan,” katanya.
Lanjutnya, semua yang direncanakan Tuhan adalah untuk kebaikan dan Tuhan memiliki cara untuk memberikan pertolongan.
“Kita hanya memiliki rencana, namun Tuhan yang punya kuasa untuk mengatur segalanya. Apapun yang kita rencanakan, namun rencana Tuhan adalah yang terbaik,” ucapnya.
Diakhir acara, lantunan sebuah nyanyian dengan judul ‘Hilang Hanya Sebentar’ dibawakan Simon Situmorang sebagai kesaksian hidup atas pertolongan Tuhan yang sangat luar biasa kepada dirinya, istri dan anak-anaknya saat terjadi banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 lalu. Kemudian acara ditutup dengan doa berkat serta penyerahan tali asih. (*red)




















1 Komentar