KAMPAR, SINURBERITA.COM – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai kegiatan doa bersama sebelum dimulainya pembangunan/renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Pulau Jambu, Desa Pulau Jambu, Kabupaten Kampar, Kamis (9/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kampar, Bobby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., Wakapolres Kampar, Rizky Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., Plt. Camat Kuok yang diwakili oleh Kasi Kesos, Al Kudri, Kapolsek Bangkinang Barat, Iptu Rully Chairullah, S.E M.Si, M.O.S., Babinsa Pulau Jambu, Nazuar, Kepala Desa Pulau Jambu, Syafrudin, S.Pd, Ketua BPD Desa Pulau Jambu Jefri, S.IP, Ketua LPM Desa Pulau Jambu Zul Amri, Kepala Sekolah SMPN 2, Widiawati, M.Pd.
Baca juga: Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini serta Edukasi Green Policing
Dalam sambutannya, Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga simbol persatuan dan harapan masyarakat. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, keberadaan jembatan di Dusun Pulau Jambu menjadi urat nadi aktivitas warga yang menghubungkan akses antar wilayah, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Namun kondisi jembatan yang sebelumnya sudah tidak layak, bahkan berisiko bagi keselamatan pengguna, kerap menjadi kendala serius bagi masyarakat.
Warga setempat harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan ketika struktur jembatan menjadi licin dan rawan rusak. melihat kondisi tersebut, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi langkah mendesak sekaligus solusi jangka panjang yang sangat dinantikan masyarakat.
Baca juga: Tinjau Pembangunan SKTM Lisdes, Kementerian ESDM dan PLN Percepat Pemerataan Listrik di Siak
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Jambu Syafrudin menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, doa bersama, hingga pembersihan jembatan secara simbolis. Acara kemudian ditutup dengan makan bersama dan sesi foto.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.10 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, ditengah kebersamaan yang terjalin, doa-doa yang dipanjatkan hari itu bukan hanya untuk kelancaran pembangunan, tetapi juga untuk kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Sebab sejatinya, jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua sisi daratan—melainkan juga menghubungkan harapan, cita-cita, dan masa depan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih nyata. (*J2R)



















