PLN UID Riau dan Kepri Raih Penghargaan Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 melalui Program Kampung Iklim Agrowisata

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Sigit Fanani (kanan) menerima penghargaan 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance dari perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (tengah), disaksikan oleh Chairman La Tofi School of Social Responsibility sekaligus Principal Assessor La Tofi ESG Rating, La Tofi (kiri), sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam pengelolaan program TJSL yang berdampak bagi masyarakat.

JAKARTA, SINURBERITA.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau meraih penghargaan Platinum Alignment pada ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026. Penghargaan ini diberikan atas implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pengolahan Sampah Kampung Iklim Agrowisata yang berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Rabu (8/4/2026).

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility tersebut, PLN UID Riau dan Kepri berhasil meraih nilai 94,90 dan mendapatkan peringkat Platinum Alignment pada kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat & Rantai Nilai. Penilaian dilakukan secara komprehensif menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating yang diperkaya dengan Corporate Economic Protection Index (CEPI) serta review tim asesor independen.

Baca juga: PLN Percepat Program Lisdes di Indragiri Hilir, Dorong Pemerataan Akses Listrik hingga Wilayah Terpencil

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Riau dan Kepulauan Riau turut meraih penghargaan 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance.

Program ini juga mencatat capaian CEPI Platinum Performance dengan nilai 2,32, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi program CSR mampu melindungi sekitar Rp2,32 nilai ekonomi perusahaan yang berada dalam eksposur risiko operasional. Capaian ini menegaskan bahwa program TJSL PLN tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga berkontribusi dalam mitigasi risiko bisnis.

Program Pengolahan Sampah Kampung Iklim Agrowisata mengusung pendekatan terintegrasi melalui tiga pilar utama, yaitu pengolahan sampah organik, pengolahan sampah anorganik, serta edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.

Plakat penghargaan yang diraih PLN UID Riau dan Kepulauan Riau pada ajang Nusantara CSR Awards 2026, meliputi Platinum Alignment untuk Program Pengolahan Sampah Kampung Iklim Agrowisata serta penghargaan Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance.

Pada pengolahan sampah organik, PLN mendorong pemanfaatan limbah melalui biokonversi maggot (Black Soldier Fly) yang mengubah sampah menjadi pakan bernilai ekonomi tinggi bagi sektor peternakan dan perikanan. Selain itu, residu dari proses ini dimanfaatkan untuk produksi pupuk organik padat dan cair yang mendukung sektor pertanian lokal.

Sementara itu, pada pengolahan sampah anorganik, masyarakat didorong melakukan pemilahan sejak sumber untuk menghasilkan bahan baku daur ulang seperti plastik, logam, dan kertas, serta pengembangan bahan bakar alternatif (BBA) sebagai solusi energi berbasis limbah.

Tak hanya berfokus pada aspek teknis, program ini juga menekankan edukasi berkelanjutan melalui pelatihan operasional pengelolaan sampah, kampanye sadar iklim, serta kunjungan edukatif bagi sekolah dan komunitas guna mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Baca juga: Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership, Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa program TJSL PLN mampu menghadirkan dampak nyata sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan bahwa setiap program TJSL PLN tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program ini, kami mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi kekuatan ekonomi berbasis komunitas yang produktif dan mandiri,” ujar Didik.

Transformasi sampah plastik menjadi Bahan Bakar Alternatif (BBA), menghadirkan solusi lingkungan sekaligus sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Didik menambahkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh insan PLN bersama masyarakat dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

“PLN berkomitmen menghadirkan program yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami percaya bahwa pengelolaan sampah berbasis agrowisata ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Didik.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa program TJSL PLN telah bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar