BANGKA, SINURBERITA.COM – Hubungan kemitraan Bupati Bangka, Fery Insani dengan awak media terlihat kurang harmonis. Hal tersebut disinyalir terjadi karena main pilah-pilah, ini ku suka, ini ku tidak suka.
Bupati Bangka Fery Insani terkesan hanya menggandeng beberapa media saja untuk kegiatan peliputan di lingkungan Pemkab Bangka, sehingga menimbulkan rasa kecemburuan sosial.
Pasalnya, sejumlah awak media yang digandeng ini disebut-sebut sebagai wartawan karpet merah dan sebelumnya tidak pernah terlihat melakukan peliputan kegiatan pasangan Fery Insani-Syahbudin saat kampanye di Pilkada Ulang Bangka kemarin.
Sementara, untuk rekan rekan media lainnya yang sebelumnya aktif membantu mempublikasi kegiatan kampanye Fery Insani – Syahbudin di pilkada ulang Bangka terkesan diabaikan begitu saja, bahkan pura-pura tidak tau.
Hal itulah yang membuat komunikasi antara awak media dengan Fery Insani sebagai Bupati Bangka tidak harmonis, lantaran yang bersangkutan diduga pilih kasih dalam hal kemitraan.
Atas kondisi itu, puluhan awak media yang melakukan kegiatan peliputan di Pemkab Bangka mengadukan hal tersebut ke anggota anggota DPRD RI Rudianto Tjen atas sikap pilih kasih yang diduga dilakukan Fery Insani kepada wartawan di Sungailiat.
Aduan tersebut langsung direspon dengan baik oleh Rudianto Tjen. Dikesempatan itu, ia menyatakan akan menanyakan secara langsung kepada Fery Insani sebagai Bupati Bangka atas ketidak harmonisnya hubungan pemimpin di Kabupaten Bangka ini dengan rekan rekan wartawan Sungailiat.
“Nanti kalau ketemu dengan Fery, saya akan tanyakan apakah ada masalah dengan teman-teman media. Saya pikir itu mungkin hanya style beliau saja,” ujarnya.
Meski demikian, Rudianto menilai sosok Fery Insani sebenarnya dikenal sebagai pribadi yang ramah dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, kondisi yang terlihat kurang harmonis dengan media kemungkinan hanya dipengaruhi oleh gaya komunikasi yang dimiliki oleh Bupati Bangka tersebut.
“Saya melihat Bupati Bangka ini orangnya sangat ramah dan merakyat. Kondisi seperti ini mungkin hanya karena gaya beliau saja,” pungkasnya.
Baca juga: Keberadaan Smelter PT. Masbro Alam Stania Dikeluhkan Warga
Rudianto juga mengimbau para wartawan untuk tetap tenang dan tidak terlalu mempermasalahkan situasi tersebut. Ia menilai hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers pada dasarnya dapat terjalin dengan baik melalui komunikasi yang terbuka.
“Saya harap teman-teman wartawan tetap tenang. Awak media itu orangnya humble, bisa diajak berkomunikasi dengan siapa saja. Mungkin saja bupati sedang sibuk atau sedang banyak pikiran,” ucap Rudyanto Tjen.
Sementara, sejumlah rekan media yang bermitra dengan Pemkab Bangka mengaku, hubungan kemitraan dengan pimpinan daerah di Kabupaten Bangka dari era sebelumnya hingga era kepemimpinan Mulkan sebagai Bupati Bangka terjalin harmonis.
“Dulu tidak ada istilah anak emas, tidak ada istilah karpet merah, semuanya sama. Tapi di era sekarang ini timbul kesan kurang baik, karena banyak kawan-kawan seperti anak tiri. Ini tidak baik untuk demokrasi,” ujar salah satu wartawan.
Sebagai pemimpin, ia berharap Bupati Bangka bersikap adil, sehingga tidak menimbulkan kesejangan antara insani pers. (*red/Hry)



















