BPBD Pekanbaru Temukan Jenazah Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Siak

Fatir, bocah 10 tahun yang tenggelam di Sungai Siak, Pekanbaru, ditemukan pada Minggu (18/10/2026) setelah tim gabungan BPBD dan unsur penyelamat melakukan pencarian sejak Sabtu.

PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Fatir, bocah laki-laki berusia 10 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Siak, kawasan Jalan Meranti, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, akhirnya ditemukan pada Minggu (18/10/2026).

Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian sejak Sabtu (17/10/2026). Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru turut dikerahkan dalam operasi pencarian tersebut.

Fatir diketahui merupakan warga Jalan Meranti Ujung, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tenggelam saat mandi di Sungai Siak pada Sabtu siang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk, mengatakan laporan kejadian diterima melalui layanan darurat Call Center 112 pada pukul 11.53 WIB.

Laporan tersebut diterima petugas call taker Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru. Setelah menerima laporan, tim terpadu BPBD bersama unsur penyelamat segera dikoordinasikan untuk menuju lokasi kejadian.

“Setelah menerima laporan, tim terpadu BPBD bersama unsur penyelamat segera dikoordinasikan untuk menuju lokasi kejadian. Petugas dikerahkan guna melakukan upaya pencarian terhadap korban di perairan Sungai Siak,” ujar Martin, Minggu.

Tim BPBD bersama tim gabungan kemudian menyisir kawasan sekitar lokasi korban dilaporkan tenggelam. Pencarian dilakukan hingga korban ditemukan sekitar pukul 15.20 WIB pada Minggu.

Setelah ditemukan, jenazah Fatir dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

“Dengan ditemukannya Fatir, operasi pencarian dinyatakan selesai,” kata Martin.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun perairan lainnya.

Anak-anak yang bermain atau mandi di sungai menghadapi risiko kecelakaan air, terutama di lokasi yang kedalaman dan kondisi arusnya dapat membahayakan keselamatan.

Karena itu, pengawasan orang tua dan kewaspadaan terhadap lingkungan perairan menjadi hal penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan yang tersedia apabila menemukan kondisi yang membahayakan keselamatan warga. (*J2R)

» Simak berita lainnya di Google News SINURBERITA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *