JAKARTA, SINURBERITA.COM – Komitmen dunia usaha Indonesia terhadap kesetaraan gender menunjukkan perkembangan signifikan. UN Women Indonesia mencatat 142 aplikasi pendaftaran dari 94 perusahaan untuk ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Pencapaian ini menjadi sinyal meningkatnya kesadaran perusahaan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk mendorong inovasi, memperkuat daya saing, dan meningkatkan keberlanjutan perusahaan.
Puncak penghargaan WEPs Awards 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026. Ajang dua tahunan ini memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menerapkan praktik nyata pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di lingkungan kerja maupun ekosistem bisnis.
Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan adanya perubahan cara pandang sektor bisnis terhadap kesetaraan gender.
“Antusiasme tahun ini bukan sekadar soal angka, melainkan tanda pergeseran paradigma yang besar di sektor bisnis Indonesia,” ujar Dwi dalam keterangan yang disampaikan pada 20 Oktober 2026.
Menurutnya, perusahaan mulai melihat kesetaraan gender sebagai keunggulan kompetitif, sekaligus menerapkan standar inklusi yang lebih aktif dan terukur untuk menjawab tuntutan keberlanjutan bisnis global.
Kesenjangan Gender Masih Menjadi Tantangan
Di balik meningkatnya komitmen perusahaan, kesenjangan gender di dunia kerja masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Laporan UN Women bertajuk Unfinished Business: Private Sector and Gender Equality (2025) menyebut perusahaan dengan keterwakilan perempuan yang lebih baik dalam jajaran eksekutif memiliki peluang 25 persen lebih tinggi untuk mencapai profitabilitas di atas rata-rata.
Namun, secara global, perempuan rata-rata hanya memperoleh sekitar 80 persen dari penghasilan laki-laki dan menempati sekitar 30 persen posisi manajerial.
Tantangan juga muncul akibat perkembangan teknologi. Paparan terhadap otomatisasi berbasis kecerdasan buatan generatif atau generative AI diperkirakan lebih tinggi pada pekerjaan perempuan, yakni 27,6 persen, dibandingkan laki-laki sebesar 21,1 persen.
Di Indonesia, kesenjangan partisipasi kerja masih terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan tercatat sebesar 56,63 persen, sedangkan laki-laki mencapai 84,40 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya kebijakan perusahaan yang membuka akses setara terhadap pekerjaan, pengembangan karier, kepemimpinan, serta kesempatan memperoleh penghasilan.
Investor dan Rantai Pasok Dorong Kesetaraan Gender
UN Women bersama UN Global Compact terus mendorong penerapan Women’s Empowerment Principles (WEPs), yakni tujuh prinsip global yang menjadi panduan bagi dunia usaha dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.
Secara global, lebih dari 11.500 perusahaan di 180 negara telah mengadopsi prinsip tersebut. Di Indonesia, jumlah perusahaan yang mengadopsi WEPs mencapai 251 perusahaan.
Penerapan kesetaraan gender juga semakin berkaitan dengan standar Environmental, Social, and Governance (ESG). Investor dan konsumen kini semakin memperhatikan bukti nyata dampak sosial yang dihasilkan perusahaan.
Di sisi lain, kebijakan pengadaan yang inklusif mulai membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk masuk ke rantai pasok perusahaan besar. Praktik bisnis yang responsif gender dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi pemasok.
Dwi menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya menyangkut kepentingan perempuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi laki-laki dan perusahaan secara keseluruhan.
Kebijakan seperti kesetaraan upah dan dukungan pengasuhan dinilai dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, membantu pembagian tanggung jawab keluarga, serta memperluas kesempatan perusahaan memperoleh talenta yang beragam.
Sebaliknya, perusahaan yang gagal mempertahankan talenta perempuan berisiko kehilangan potensi inovasi dan kontribusi penting bagi pertumbuhan bisnis.
Schneider Electric dan Cimory Buktikan Pemberdayaan Perempuan
Sejumlah perusahaan peserta WEPs Awards sebelumnya telah menerapkan program pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Schneider Electric Indonesia, misalnya, mengembangkan Women Electrician Bootcamp untuk memperluas kesempatan perempuan memasuki sektor kelistrikan yang selama ini didominasi laki-laki.
Program tersebut membekali peserta dengan keterampilan teknis, pengetahuan keselamatan kerja, pemahaman teknologi terkini, pendampingan ahli, serta pengalaman melalui kunjungan lapangan.
Head of Marketing Communication Schneider Electric Indonesia, Rozana Ridwan, mengatakan program tersebut merupakan respons terhadap kesenjangan keterwakilan perempuan di bidang kelistrikan.
“Pekerjaan kelistrikan sejak lama dianggap sebagai pekerjaan laki-laki. Women Electrician Bootcamp adalah jawaban kami atas kesenjangan itu,” ujarnya.
Menurut Rozana, program tersebut juga menjadi strategi perusahaan untuk membangun ketersediaan tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat keunggulan operasional.
Sementara itu, Cimory menerapkan pemberdayaan perempuan melalui program Miss Cimory yang telah berjalan sejak 2013.
Program ini membuka kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan mandiri sebagai agen penjualan langsung. Para peserta juga mendapat pelatihan literasi keuangan, strategi pemasaran, dan pendampingan usaha.
Direktur Eksekutif Miss Cimory, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory Group), Hendri Viarta, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian dari model bisnis perusahaan.
“Pemberdayaan perempuan bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari model bisnis kami. Cimory tidak ingin perempuan hanya menjadi penerima manfaat dari pertumbuhan bisnis. Kami ingin mereka menjadi bagian dari pertumbuhan itu sendiri,” kata Hendri.
Berawal dari tiga agen, Miss Cimory kini berkembang menjadi jaringan lebih dari 10.000 perempuan di 17 provinsi. Jumlah tersebut melampaui target 6.000 agen yang ditetapkan pada akhir 2024.
Melalui Miss Cimory Centre, perusahaan juga memperkuat pelatihan, pendampingan, dan literasi digital untuk mendukung pengembangan usaha para agen.
WEPs Awards 2026 Hadirkan Kategori Teknologi dan AI
Menghadapi perkembangan teknologi digital, UN Women Indonesia memperkenalkan kategori baru dalam WEPs Awards 2026, yakni Tech & AI for Gender Equality.
Kategori ini memberikan apresiasi kepada perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara etis untuk mendorong pemberdayaan perempuan, memperluas akses yang setara, serta meningkatkan inklusi dalam pengembangan produk dan layanan.
Sejumlah aplikasi menunjukkan pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan dan keuangan bagi perempuan hingga mengurangi bias di lingkungan kerja.
Selain kategori baru tersebut, terdapat lima kategori lainnya yang dinilai dalam WEPs Awards 2026, yaitu Leadership Commitment, Gender-Inclusive Workplace, Gender-Responsive Marketplace, Inclusive Procurement, serta Community Engagement & Partnerships.
Seluruh kategori dirancang untuk menilai bagaimana perusahaan menerjemahkan komitmen kesetaraan gender menjadi kebijakan dan praktik yang memberikan dampak nyata.
Penilaian Berdasarkan Praktik Nyata
WEPs Awards menerapkan proses penilaian yang berfokus pada capaian, bukan sekadar pernyataan komitmen. Ajang ini tidak memungut biaya pendaftaran maupun partisipasi.
Seluruh aplikasi dinilai oleh panel juri independen yang berasal dari kalangan akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi internasional. Penilaian mengacu pada kerangka Women’s Empowerment Principles yang dikembangkan UN Women bersama UN Global Compact.
Aspek yang diperhatikan mencakup kebijakan perusahaan, kepemimpinan inklusif, serta dampak terukur dari praktik pemberdayaan perempuan.
Para pemenang dan praktik terbaik perusahaan akan diumumkan pada puncak UN Women Indonesia WEPs Awards 2026, 29 Oktober mendatang.
Untuk pertama kalinya, acara tersebut akan diselenggarakan sebagai kegiatan utama yang memadukan penganugerahan penghargaan dengan diskusi dan berbagi praktik baik dari para pemenang.
Melalui ajang ini, UN Women Indonesia berharap semakin banyak perusahaan mengintegrasikan kesetaraan gender ke dalam strategi bisnis, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*J2R)
» Simak berita lainnya di Google News SINURBERITA














