Caritas Indonesia Bangun 22 Huntap dan Gereja di Tukka

Sekda Tapteng, Binsar TH Sitanggang, bersama Uskup Sibolga meletakkan batu pertama sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.

TAPTENG, SINURBERITA.COM – Upaya pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, terus berlanjut. Caritas Indonesia mulai membangun 22 unit hunian tetap (huntap) dan satu unit gereja di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Tengah, Binsar TH Sitanggang, bersama Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, di lokasi pembangunan huntap Caritas Indonesia. Selasa (13/10/2026).

Dalam sambutannya, Binsar menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia, para donatur, serta Kementerian Agama yang turut berkontribusi dalam upaya pemulihan masyarakat pascabencana, termasuk pembangunan rumah ibadah.

Ia menegaskan, keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting untuk mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara layak.

“Tidak mungkin ini bisa dilakukan segera tanpa ada partisipasi kita bersama,” ujar Binsar.

Baca juga: Nikah Siri Tanpa Izin Istri, Hakim PTUN Dijatuhi Sanksi Nonpalu 1 Tahun

Menurutnya, semangat gotong royong yang tercermin dalam moto Kabupaten Tapanuli Tengah, Sahata Saoloan, perlu terus dijaga dalam setiap proses pemulihan bencana.

Binsar berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan serta mewujudkan harapan warga terdampak bencana.

Pemkab Tapteng juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penyiapan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan huntap. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan dan kelayakan hunian bagi masyarakat penerima manfaat.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, berharap pembangunan 22 unit huntap dan satu gereja tersebut dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya membangun hunian dan rumah ibadah dengan baik agar dapat memberikan kenyamanan dan kebahagiaan bagi warga yang akan menempati serta menggunakannya.

Baca juga: Anak 13 Tahun Diduga Dicabuli Kakek Tiri Selama Dua Tahun di Tapteng

Uskup Fransiskus juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Gereja Katolik dan pemerintah daerah dalam mendukung aksi kemanusiaan di Tapanuli Tengah.

Ia menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan harus diberikan tanpa membedakan latar belakang penerima.

“Gereja Katolik hadir untuk membantu semua. Kami berkomitmen membantu saudara-saudari kita tanpa membeda-bedakan, terbuka bagi siapa saja,” tegasnya.

Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri perwakilan Danrem 023/KS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapteng, Kepala Dinas Perhubungan Tapteng, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Tapteng, Pelaksana Harian Kasatpol PP Tapteng, Pelaksana Harian Camat Tukka, Pastor Paroki Santo Yosef Pandan, para pastor Keuskupan Sibolga, serta Lurah Hutanabolon dan Lurah Tukka.

Pembangunan hunian tetap dan rumah ibadah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Tengah. (*Ast)

» Simak berita lainnya di Google News SINURBERITA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *