Ditjenpas Riau Ikuti Bimtek SIMONEV BAMA Versi 2

PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pemanfaatan aplikasi SIMONEV BAMA Versi 2 yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom. Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pengawasan penyelenggaraan makanan di lingkungan pemasyarakatan yang kini semakin terintegrasi secara nasional.

Baca juga: Polda Riau Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bie Hoi

Bimtek secara resmi dibuka oleh Dr. dr. Adhayani Lubis. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi melalui aplikasi SIMONEV BAMA Versi 2 merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem monitoring dan evaluasi yang transparan, akuntabel, serta efektif.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kantor wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, tetapi juga melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia. Partisipasi peserta dari berbagai lini, mulai dari tingkat wilayah hingga UPT, mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam penyelenggaraan makanan bagi warga binaan.

Baca juga: Wako Agung Paparkan Strategi Optimalisasi APBD Pekanbaru 

Dari Riau, Kanwil Ditjenpas turut ambil bagian aktif. Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Nimrot Sihotang, bersama tim perawatan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan antusiasme.

Materi bimtek menitikberatkan pada pemanfaatan aplikasi SIMONEV BAMA Versi 2 sebagai sistem pelaporan satu pintu dalam penyelenggaraan makanan. Aplikasi ini telah dikembangkan dengan penguatan sistem keamanan sesuai standar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta merupakan hasil penyempurnaan berkelanjutan sejak 2025 hingga 2026.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pemahaman teknis mulai dari tata cara akses aplikasi, penginputan data, hingga mekanisme pelaporan yang terintegrasi secara nasional. Diskusi interaktif selama kegiatan juga turut memperkaya pemahaman peserta terkait implementasi aplikasi di lapangan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *