JAKARTA, SINURBERITA.COM – Mahkamah Agung (MA) menggelar ujian tertulis Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tahap XXIV Tahun 2026 secara serentak di sejumlah Pengadilan Tinggi (PT), Kamis (8/10/2026).
Ujian tersebut diikuti 719 peserta. Rinciannya, 305 peserta merupakan calon hakim ad hoc Tipikor untuk pengadilan tingkat banding dan 414 peserta untuk pengadilan tingkat pertama.
Pelaksanaan ujian dikoordinasikan oleh panitia daerah di bawah pimpinan masing-masing Pengadilan Tinggi. Sementara itu, Panitia Pusat MA memantau seluruh proses ujian secara daring melalui Command Center MA.
Ketua Kamar Pidana MA, Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H., didampingi Plt. Panitera MA, Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum., membuka pelaksanaan ujian sekaligus memberikan arahan kepada panitia daerah dan peserta di wilayah bagian timur serta wilayah tengah melalui Command Center MA.
Baca juga: Sidang Kasus 21,6 Ton Ilmenit, Kuasa Hukum Dana Pertanyakan Status Dimas Dwi dan Klewer
Prim Haryadi mengatakan, pelaksanaan ujian tertulis dilakukan secara serentak dengan melibatkan panitia daerah yang berada di bawah koordinasi langsung pimpinan Pengadilan Tinggi.
“Pelaksanaan ujian tertulis ini dilaksanakan oleh panitia daerah di bawah koordinasi langsung pimpinan Pengadilan Tinggi, baik Ketua maupun Wakil Ketua Pengadilan Tinggi,” ujar Prim.
Ujian tertulis dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berupa ujian esai yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.30 waktu setempat. Selanjutnya, sesi kedua berupa pembuatan putusan yang dilaksanakan pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Menurut Prim, Panitia Pusat melakukan pemantauan melalui Command Center MA untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan.
“Kami memantau pelaksanaan ujian ini dari Command Center Mahkamah Agung dan dapat melihat pelaksanaannya melalui kamera depan dan belakang yang terpasang di masing-masing lokasi,” katanya.
Panitia daerah juga diminta segera menyampaikan hasil pelaksanaan ujian kepada Panitia Pusat setelah seluruh rangkaian ujian selesai.
“Kami berharap seluruh rangkaian ujian dapat terlaksana dengan baik. Setelah ujian selesai, kami minta hasil pelaksanaan segera dikirimkan kepada Mahkamah Agung,” ujar Prim.
Baca juga: PDIP Sarankan Gibran Mundur dari Wapres Usai Putusan MK
Peserta yang dinyatakan lulus ujian tertulis akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya di Jakarta.
Tahapan tersebut meliputi profile assessment dan wawancara dengan para penguji. Dalam proses lanjutan itu, terdapat 11 tim penguji yang berasal dari internal Mahkamah Agung, akademisi, serta ahli di bidang hukum pidana.
Prim Haryadi berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan baik.
“Selamat mengikuti ujian tertulis. Semoga seluruh peserta dapat melaksanakan ujian dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Dari 34 wilayah Pengadilan Tinggi yang menjadi lokasi penyelenggaraan, Panitia Pusat tidak melakukan kunjungan langsung ke 16 wilayah yang memiliki kurang dari 10 peserta yang lulus seleksi administrasi.
Meski demikian, pelaksanaan ujian di wilayah tersebut tetap dikoordinasikan panitia daerah dan dipantau secara daring oleh Panitia Pusat melalui Command Center MA.
Ke-16 wilayah tersebut yakni PT Kepulauan Riau, PT Jambi, PT Bangka Belitung, PT Banjarmasin, PT Pontianak, PT Palangkaraya, PT Kalimantan Timur, PT Kalimantan Utara, PT Manado, PT Sulawesi Barat, PT Denpasar, PT Kupang, PT Ambon, PT Maluku Utara, PT Jayapura, dan PT Papua Barat. (*J2R)
» Simak berita lainnya di Google News SINURBERITA





















