BENGKALIS, SINURBERITA.COM – Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks pemakaman Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, untuk mengikuti haul ulama besar Tarekat Naqsyabandiyah tersebut.
Kegiatan haul berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim, hingga doa bersama. Para jamaah juga mendengarkan manaqib yang mengisahkan perjalanan dakwah dan perjuangan Tuan Syekh Imam Sabar dalam menyebarkan agama Islam di wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau, dan sekitarnya.
Ketua Panitia Haul, H. Zulfan Efendi mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum mengenang jasa ulama dalam membangun syiar Islam di daerah.
“Haul ini memperingati 66 tahun wafatnya Tuan Syekh Imam Sabar sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan sekitarnya,” ujar Zulfan, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, Tuan Syekh Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi lahir pada 1878 dan wafat pada 7 Mei 1960. Beliau merupakan murid Tuan Syekh Al-Masaih Abdurrahman Kota Intan yang juga murid langsung Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, Guru Besar Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia yang berkedudukan di Basilam, Langkat, Sumatera Utara.
Menurut Zulfan, perjuangan dakwah Tuan Syekh Imam Sabar masih terasa hingga saat ini karena banyak masyarakat di wilayah Mandau dan sekitarnya mengenal Islam melalui dakwah beliau.
Baca juga: Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperbup Tarif Retribusi Jasa Umum Pelayanan Kesehatan Pemkab Bengkalis
“Haul ini bukan hanya mengenang sosok beliau, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai persatuan, ukhuwah dan semangat dakwah yang diwariskan para ulama,” katanya.
Sementara itu, perwakilan kepala desa sekitar, Akhyar Mukmin menyebut Tuan Syekh Imam Sabar memiliki peran besar dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau yang saat itu masih berada dalam kawasan Kerajaan Siak Sri Indrapura.
“Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan ulama terdahulu dan mampu meneladani akhlak serta semangat dakwah yang diwariskan.
Sebelum wafat, Tuan Syekh Imam Sabar diketahui telah menyiapkan tiga murid utama untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pengembangan Tarekat Naqsyabandiyah di berbagai wilayah di Riau. (*red)




















