Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sibolga Gelar Bhakti Religi di Empat Rumah Ibadah

Bhakti Religi di Vihara Avalokitesvara.

SIBOLGA, SINURBERITA.COM – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Sibolga menggelar kegiatan Bhakti Religi secara serentak di empat rumah ibadah yang tersebar di Kota Sibolga, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Gereja HKBP Sibolga Julu, Gereja Katolik Katedral, Vihara Avalokitesvara, serta Kelenteng Cetya Sakyamuni.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Sibolga, Eddy Inganta, didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, personel Polres Sibolga, serta Ketua Bhayangkari Cabang Sibolga bersama anggota Bhayangkari.

Baca juga: Diduga Akibat Charger HP, Rumah Wahyo Hangus dalam Hitungan Menit

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sibolga bersama Bhayangkari melaksanakan kerja bakti dan pembersihan di area rumah ibadah beserta lingkungan sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan suasana ibadah yang bersih, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.

Kapolres Sibolga mengatakan, Bhakti Religi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat. Selain itu, juga sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Sibolga,” ujarnya.

Baca juga: PLN Group Regional Riau dan Komisi XII DPR RI Perkuat Sinergi Dukung Keandalan Kelistrikan di Provinsi Riau

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pengurus rumah ibadah yang menyampaikan terima kasih atas kepedulian Polres Sibolga terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

Melalui Bhakti Religi ini, Polres Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat. (*Ast)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *