SINGAPURA, SINURBERITA.COM – Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin delegasi Indonesia dalam Pertemuan ke-24 Indonesia-Singapore Joint Intelligence Committee (ISJIC) yang berlangsung di kompleks Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF), 10 hingga 12 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama intelijen kedua negara guna menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan.
Forum yang diselenggarakan oleh Military Intelligence Organisation (MIO) Angkatan Bersenjata Singapura atau Singapore Armed Forces (SAF) itu membahas perkembangan situasi keamanan regional dan global. Indonesia dan Singapura bertukar informasi serta pandangan strategis terkait berbagai isu keamanan, termasuk potensi ancaman terorisme yang dapat muncul sebagai dampak konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI Rio Firdianto menegaskan bahwa ancaman keamanan saat ini semakin kompleks, dinamis, dan melintasi batas negara. Menurutnya, penguatan kerja sama intelijen menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya berbagai ancaman transnasional.
Baca juga: Kemenangan Ganda Qualcomm! Komisi Banding Paten Kabulkan Dua Permohonan Sekaligus
Ia menekankan pentingnya pertukaran informasi yang cepat, akurat, dan berkelanjutan, serta peningkatan kepercayaan antar-lembaga intelijen sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Selain menghadiri agenda utama ISJIC, Asintel Panglima TNI juga melakukan kunjungan ke Counter-Terrorism Information Facility (CTIF) yang berlokasi di Changi Naval Base, Singapura. Fasilitas tersebut dikenal sebagai pusat kerja sama regional dalam bidang kontra-terorisme yang berfokus pada pertukaran informasi dan penguatan kapasitas antarnegara.
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Rio Firdianto menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi CTIF dalam mendukung upaya penanggulangan terorisme di kawasan. Menurutnya, peran CTIF sangat strategis dalam memperkuat mekanisme berbagi informasi, meningkatkan kemampuan personel, serta membangun pemahaman bersama terhadap perkembangan ancaman keamanan regional.
Pertemuan ke-24 ISJIC menjadi salah satu wujud nyata komitmen TNI dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama intelijen dengan negara sahabat. Melalui kolaborasi yang semakin erat, Indonesia dan Singapura diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman keamanan, sekaligus menjaga stabilitas dan kondusivitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. (*red/Puspen)





















