TAPTENG, SINURBERITA.COM – Upaya memulihkan lingkungan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus dilakukan. PT Pembangunan Perumahan (Persero) atau PT PP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapteng menanam 150 bibit pohon di kawasan lereng dan ruas jalan Rampa-Poriaha, Sabtu (7/11/2026).
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus pengendalian dampak lingkungan di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor. Lokasi itu juga merupakan salah satu titik pengerjaan proyek tanggap darurat ruas jalan Sibolga-Tarutung.
Kegiatan bertajuk Penanaman Pohon Pemulihan Alam Sibolga dan Tapanuli Tengah ini difokuskan pada penghijauan kembali kawasan lereng guna membantu menjaga kestabilan tanah serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Baca juga: 119,32 Hektare Kawasan TNKS Terdampak Tambang Emas Ilegal, Satgas PKH Bidik Pemodal hingga Beking
HSE Officer PT PP, Ferdianto Nikolaus, mengatakan penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pemulihan lingkungan di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah setelah dilanda bencana.
“Akibat bencana alam, kita melakukan perbaikan lereng dan jalan. Selain itu, sebagai wujud nyata pemulihan alam, kita melakukan penanaman 150 bibit pohon,” kata Ferdianto.
Ia menjelaskan, penghijauan kembali dilakukan untuk memulihkan fungsi ekosistem sekaligus menjadi salah satu langkah mitigasi dalam mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor.
Adapun 150 bibit pohon yang ditanam terdiri atas 50 bibit pohon Tanjung, 50 bibit pohon Ketapang, dan 50 bibit pohon Mahoni.
“Penanaman pohon kembali dilakukan agar ekosistem alam dapat berjalan seperti sediakala. Kita menanam sebanyak 150 bibit pohon,” ujarnya.
Ferdianto berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, khususnya dalam menjaga kawasan tetap hijau, asri, dan memiliki kualitas udara yang lebih baik.
Baca juga: HPPLKN Gelar Aksi di DPRD Sumut, Desak Eksekusi Lahan 32 Hektare di Helvetia Dihentikan
Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk ikut menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar upaya pemulihan lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.
“Semoga masyarakat di sekitar lingkungan ini ikut menjaga dan melestarikan pepohonan ini sehingga lingkungan alam tetap lestari,” katanya.
Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri Manager Operasional Lapangan Margono, Deputy Project Manager Hely, serta Pengendali Dampak Lingkungan DLH Tapteng Ahmad Faisal Aritonang yang didampingi Koordinator Lapangan Kebersihan DLH Tapteng, Litmer Tambunan.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pemulihan lingkungan di kawasan Rampa-Poriaha tidak hanya memperbaiki kondisi pascabencana, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai langkah mengurangi risiko banjir dan longsor di masa mendatang. (*Ast)














