MELAWI, SINURBERITA.COM – Kapolres Melawi mengapresiasi peran aktif masyarakat yang turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memberikan informasi melalui layanan Hotline Polri 110.
Informasi dari masyarakat dinilai sangat membantu jajaran Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Melawi dalam mempercepat proses penanganan kebakaran di sejumlah lokasi.
Penanganan karhutla di Melawi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, Damkar Pemkab Melawi, Tagana, Badan Sosial Pencegahan Bahaya Kebakaran, Yayasan Bhakti Mulia, Yayasan Sungai Kehidupan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, pemerintah desa, Forkopimcam hingga masyarakat.
Kapolres Melawi mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan masyarakat terkait karhutla melalui Hotline Polri 110. Setiap laporan kemudian diteruskan operator kepada Polsek sesuai wilayah kejadian dan petugas siaga karhutla di Polres Melawi maupun Posko BPBD Melawi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah menghubungi dan memberikan informasi tentang karhutla di berbagai lokasi menggunakan Hotline Layanan Polri bebas pulsa 110. Kami menyikapinya dengan segera,” ujar Kapolres Melawi.
Baca juga: Kemenkum Riau Gandeng Disdik Sosialisasikan Poltekpin ke Siswa SMA/SMK
Ia menambahkan, layanan Hotline 110 tidak hanya dapat digunakan untuk melaporkan kejadian karhutla. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk menyampaikan informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Melawi, Daniel, mengatakan Satgas Penanganan Karhutla terus bekerja berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.
Selain melalui Hotline Polri 110, laporan juga dapat disampaikan melalui Call Centre BPBD di nomor 0822-1340-1951, TRC-PB di nomor 0853-4833-2996, pesan WhatsApp, maupun media sosial.
“Kami segera menyikapi jaringan informasi yang diberikan kepada kami dan terus bersama Polri. Kami mengharapkan kepada masyarakat apabila memberikan informasi kepada Satgas disertai foto, video serta situasi terkini saat kejadian,” kata Daniel.
Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Setiap laporan yang diterima akan segera dikoordinasikan dengan unsur Satgas untuk dilakukan pengecekan awal di lokasi.
Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 3,5 Kilometer
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan, termasuk akses menuju lokasi, rute yang dapat dilalui petugas, serta ketersediaan sumber air yang dibutuhkan untuk proses pemadaman.
“Kami bekerja keras memastikan informasi yang diberikan oleh masyarakat segera kami tindak lanjuti,” tegas Daniel.
Di sisi lain, Ketua BS-PBK Nanga Pinoh, Feby Tio, mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kejadian kebakaran.
Masyarakat dapat menghubungi Pos Pemadam BS-PBK Nanga Pinoh di nomor 0568-2021242.
“Kami mempersilakan kepada masyarakat untuk menghubungi layanan Pos Pemadam. Kami memastikan bersinergi bersama dan cepat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Feby Tio.
Penanganan karhutla di Melawi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, BPBD, Satpol PP, Damkar Pemkab Melawi, Tagana, Badan Sosial Pencegahan Bahaya Kebakaran, Yayasan Bhakti Mulia, Yayasan Sungai Kehidupan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, pemerintah desa, Forkopimcam hingga masyarakat. (*Jaiyadi)





















