Maybank Indonesia Tunjuk Dato’ Zulkiflee Jadi Presiden Komisaris

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan (kedua dari kiri) berbincang-bincang bersama (dari kiri ke kanan) Komisaris Independen Hendar, Komisaris Dr. Hasnita Dato’ Hashim, Presiden Komisaris Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid dan Direktur Mariana Husin seusai penyelenggaraan RUPST Maybank Indonesia.

Namun, pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris Perseroan, Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris Perseroan dan Mariana Husin sebagai Direktur Perseroan, akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian pengangkatan yang akan berlaku bagi mereka adalah sesuai dengan keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan.

Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid tetap dapat melaksanakan jabatan dan kewenangannya sebagai Komisaris Perseroan sampai dengan diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas pengangkatan beliau sebagai Presiden Komisaris Perseroan.

Selain itu, RUPST juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, laba bersih Bank sebesar Rp1.657.366.285.038, sebanyak 35% atau maksimal sebesar Rp580.078.199.763,- akan dialokasikan untuk pembagian dividen tunai dengan nilai Rp7,61106,- per saham.

Baca juga: Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME, Segmen Syariah Jadi Andalan

Sisanya, sebesar Rp1.077.288.085.275,- yaitu 65% dari laba bersih Bank akan ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung penguatan permodalan dan pengembangan usaha Perseroan ke depan.

Sejalan dengan pelaksanaan RUPST, Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan, perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat posisi Bank sebagai mitra keuangan regional, sejalan dengan peran Indonesia sebagai salah satu home market Maybank Group.

Steffano menambahkan, “Maybank Indonesia akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan dan kapabilitas global yang dipadukan dengan pemahaman pasar lokal untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia,” pungkasnya. (*red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *