SIAK, SINURBERITA.COM – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) KM 46+200 Jalur A, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Insiden yang melibatkan satu unit Toyota Hiace dan dump truck tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia serta lima lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa nahas itu bermula saat Toyota Hiace BH 7013 RU yang membawa rombongan penumpang asal Provinsi Jambi melaju dari arah Pekanbaru menuju Dumai melalui lajur kiri. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan yang dikemudikan RM (30) diduga menabrak bagian belakang dump truck Hino BM 9064 VU yang berada di depannya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi Hiace diduga mengalami micro sleep saat mengemudikan kendaraan. Benturan keras menyebabkan bagian depan kendaraan ringsek parah dan sejumlah penumpang terjepit di dalam kabin.
Mendapat informasi kecelakaan, personel Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Riau bersama petugas lalu lintas lainnya segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban.
Baca juga: Misteri Kematian Boy Simamora Diusut, Polisi Bongkar Makam untuk Otopsi
Dalam kondisi darurat, petugas memprioritaskan penyelamatan korban yang masih hidup. Sejumlah korban berhasil dievakuasi dari kendaraan yang rusak berat dan langsung dilarikan ke Klinik Kasih Ibu Kandis guna mendapatkan pertolongan medis.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, mengatakan kecelakaan tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
“Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian sebanyak empat orang. Sementara satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi luka berat dan segera mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Namun setelah mendapatkan penanganan, korban tersebut akhirnya meninggal dunia. Sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi lima orang,” ujarnya.
Kelima korban meninggal dunia masing-masing berinisial RM (30), TB (60), NR (55), UR (80), dan RS (57). Sementara lima korban lainnya yang mengalami luka-luka yakni RP (69), SS (17), SPP (17), DF (34), dan MP (24). Beberapa korban telah dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Jeki menjelaskan bahwa tindakan cepat personel Sat PJR dan petugas lalu lintas di lapangan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang mengalami musibah di jalan raya.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secepat mungkin dengan mengedepankan keselamatan dan penyelamatan jiwa korban sebelum tahapan penyelidikan dilaksanakan.
Atas peristiwa tersebut, Dirlantas Polda Riau menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta mendoakan korban luka segera pulih.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan lalu lintas ini. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mendoakan korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih,” katanya.
Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, Ditlantas Polda Riau menerjunkan Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau. Tim tersebut dipimpin Kasubdit Gakkum AKBP Galih Apria dan didampingi Kasat PJR AKBP Eko Baskara bersama personel Satlantas Polres Siak, PT Jasa Raharja Wilayah Riau, serta PT Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Pekanbaru–Dumai.
Tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dengan mengumpulkan barang bukti, melakukan pengukuran lokasi, mendokumentasikan posisi kendaraan, menganalisis jejak pengereman, kondisi jalan, hingga memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat.
Baca juga: Xiaomi 17T Series Resmi Dijual, Banjir Promo dan Bonus hingga Jutaan Rupiah
Jeki menegaskan penerjunan Tim TAA merupakan bentuk keseriusan Ditlantas Polda Riau dalam mengungkap penyebab kecelakaan secara profesional, objektif, dan berbasis metode ilmiah.
“Hasil analisis Tim TAA nantinya akan menjadi dasar dalam penanganan perkara ini sekaligus bahan evaluasi guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Provinsi Riau,” tegasnya.
Meski dugaan awal mengarah pada faktor micro sleep yang dialami pengemudi Toyota Hiace, kepolisian menegaskan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi mendalam dari Tim TAA.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan akan bahaya micro sleep, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh pada malam hingga dini hari. Ditlantas Polda Riau mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat demi keselamatan bersama. (*J2R)





















