TNI Gelar Latihan Multinasional MPE26, Libatkan 599 Personel dari 19 Negara

Latihan Bersama Multinational Peacekeeping Exercise (MPE26) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026.

BOGOR, SINURBERITA.COM – Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayor Jenderal TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., secara resmi membuka Latihan Bersama Multinational Peacekeeping Exercise (MPE26) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026 di PMPP TNI, Sentul, Kabupaten Bogor, Senin (20/7/2026).

Latihan internasional tersebut diikuti 599 personel, terdiri atas 448 prajurit TNI dan 151 peserta mancanegara dari 19 negara sahabat, yakni Amerika Serikat, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Nepal, Australia, Kanada, Inggris, Brasil, Argentina, Serbia, Singapura, Thailand, Vietnam, Mongolia, Uruguay, Selandia Baru, Fiji, dan Belanda.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama multilateral sekaligus meningkatkan kesiapan prajurit TNI untuk mendukung misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Terbongkar! Timah Ilegal 605 Kg Disamarkan dengan Ikan Asin, Gagal Dikirim ke Jakarta

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menyampaikan bahwa MPE26 merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sukses digelar pada 2014 dan 2022. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kesiapan kontingen dalam United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS), serta menjadi forum berbagi pengalaman dan lesson learned antarpeserta.

“Melalui latihan ini diharapkan lahir personel penjaga perdamaian yang profesional, adaptif, dan siap menjalankan mandat PBB di berbagai wilayah penugasan,” ujarnya.

Pembukaan MPE26 turut dihadiri pejabat kementerian dan lembaga, Mabes TNI, unsur Angkatan, Polri, para Atase Pertahanan dari negara-negara sahabat, serta tamu undangan lainnya.

Melalui penyelenggaraan latihan multinasional ini, TNI kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung perdamaian dunia sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia melalui kerja sama internasional yang berkelanjutan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *