HKBP dan Pemkab Tapteng Satukan Langkah Pulihkan Lingkungan dan Cegah Bencana Ekologis

Pemkab Tapanuli Tengah dan HKBP menggelar Seminar Ekologi serta penanaman pohon di Bonalumban untuk memperkuat pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana ekologis.

TAPTENG, SINURBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menggelar Seminar Ekologi dan aksi penanaman bibit pohon di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pandan tersebut mengusung tema “Menghidupi Iman, Merawat Ciptaan” dengan landasan Kitab Kejadian 2:15. Aksi penanaman bibit pohon dalam rangkaian kegiatan itu dipusatkan di Kelurahan Bonalumban.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan pelestarian lingkungan perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jalan, jembatan, dan gedung yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan bahwa sungai tetap mengalir, sumber air terlindungi, lahan tetap produktif, dan lingkungan tetap aman bagi generasi mendatang,” kata Masinton.

Baca juga: Sekjen HKBP Hadiri Pesta Puncak Parheheon Keluarga, HUT ke-38 dan Pesta Gotilon HKBP Moria Palas

Ia mengatakan Pemkab Tapteng menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari arah pembangunan daerah. Masinton juga mengapresiasi penetapan Tahun Ekologi HKBP 2026 sebagai gerakan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hingga tingkat keluarga.

Masinton menyoroti kondisi kawasan hulu yang mengalami kerusakan dan berdampak terhadap wilayah permukiman serta lahan pertanian masyarakat, termasuk di kawasan Sipanga dan Sait Kalangan.

Menurut dia, tutupan lahan yang terbuka dapat menyebabkan tingginya akumulasi sedimen saat hujan deras. Karena itu, pembangunan infrastruktur penahan sedimen atau sabodam perlu disertai upaya pemulihan vegetasi di kawasan hulu.

HKBP Galang Donasi Rp11 Miliar

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T., menyampaikan komitmen gereja dalam upaya pemulihan lingkungan dan penanganan dampak bencana ekologis.

Victor menyebut solidaritas jemaat HKBP berhasil menghimpun donasi kebencanaan sekitar Rp11 miliar. Dana tersebut, menurut dia, diarahkan untuk mendukung pemulihan Distrik IX dan kawasan Tapanuli Tengah.

Ia juga menyoroti kondisi kawasan hulu yang dinilai membutuhkan penguatan infrastruktur ekologis, terutama menghadapi periode hujan.

Dalam rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) HKBP, gerakan ekologi juga diperkuat melalui perubahan agenda dari Minggu Ekologi menjadi Bulan Ekologi. Peringatan tersebut dilaksanakan setiap September.

HKBP menempatkan kegiatan menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman terhadap ciptaan Tuhan.

Patroli Gabungan Kawasan Hutan

Kepala UPTD KPH Wilayah XI Pandan DLHK Provinsi Sumatera Utara, Drs. Antonius Simanjuntak, A.P., M.M., mengatakan pemerintah telah mencabut Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terhadap beberapa eks pemegang izin.

Menurut Antonius, langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat dan pimpinan HKBP.

Ia mengatakan Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan bersama Dinas Lingkungan Hidup, KPH Wilayah XI Pandan, TNI, Polri, dan Satpol PP melaksanakan patroli gabungan pada 25–30 September 2026 untuk mengamankan kawasan hutan.

Seminar tersebut menghadirkan Dana Prima Tarigan dari Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan Eksekutif Nasional WALHI/WKR serta Pdt. Adventus Nadapdap, S.Th., M.Si., dari UEM/Sekber Keadilan Ekologis Sumut.

Dana Prima Tarigan membahas resiliensi ekologis dan penguatan sistem pertahanan berbasis masyarakat dalam menghadapi bencana. Sementara Pdt. Adventus Nadapdap menyampaikan materi mengenai rehabilitasi dan pengelolaan ekonomi berbasis komunitas.

Empat Komitmen Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut juga dicanangkan empat poin komitmen penjagaan lingkungan yang ditandatangani Bupati Tapanuli Tengah.

Keempat komitmen itu meliputi menjaga alam sebagai bagian dari ibadah, menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, ikut melindungi flora dan fauna dari kerusakan, serta memulai aksi pelestarian lingkungan dari lingkungan keluarga.

Kegiatan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan lembaga gerejawi, unsur lintas sektoral, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, dan jemaat HKBP.

Di antaranya Mayor Stepen Banjarnahor mewakili Danrem 023/KS, Kapt. Inf. Jonter Manalu mewakili Dandim 0211/TT, Richard Mangatur Pangaribuan mewakili Wali Kota Sibolga, Lettu Laut (PM) Ronal Banjarnahor mewakili Danlanal Sibolga, perwakilan Dansatradar 103 Sibolga, serta AKP Dorpis Sitompul mewakili Kapolres Tapanuli Tengah.

Turut hadir Pdt. Eldarton Simbolon selaku Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Bernard Manik, M.Th., selaku Kepala Departemen Marturia HKBP, dan Pdt. Nifson Simanjuntak, S.Th., selaku Praeses HKBP Distrik IX Sibolga–Tapanuli Tengah–Nias. (*Ast)

» Simak berita lainnya di Google News SINUR BERITA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *