PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Moria Palas, Resort Philadelphia, Distrik XXII Riau menggelar Pesta Puncak Parheheon Keluarga, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38, sekaligus Pesta Gotilon di kompleks gereja setempat, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jemaat untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanan dan kehidupan bergereja HKBP Moria Palas selama 38 tahun.
Pesta puncak ini dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKBP Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th., Praeses Distrik XXII Riau Pdt. Hardy Bontor Lumbantobing, M.Th., Uluan HKBP Moria Palas Resort Philadelphia Pdt. Hendri Julianto Siregar, S.Th., MM., serta pendiri Hutahaean Group, St. H.W. Hutahaean. Selain itu, hadir pula jajaran parhalado, panitia pesta, jemaat HKBP Moria Palas, dan tamu undangan.
Mengangkat tema “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”, kegiatan tersebut memiliki subtema “HKBP Moria Palas siap membarui janji, karakter kultur untuk semakin mampu mengucap syukur atas berkat Tuhan di ulang tahun yang ke-38, dengan meningkatkan pengajaran iman di tengah keluarga, di bawah bimbingan Roh Kudus untuk mewujudkan HKBP menjadi berkat bagi dunia.”
Ketua Panitia Pesta, Fransisca Silaen, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat, parhalado, serta para donatur yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh huria/jemaat HKBP Moria Palas, parhalado, dan para donatur yang telah mendukung acara ini. Terima kasih juga kepada para tamu undangan yang telah hadir dan mendukung perayaan hari ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh persembahan dan dukungan yang diberikan dalam rangkaian perayaan tersebut dapat menjadi bagian dari pelayanan dan kemuliaan Tuhan.
Baca juga: Semarak HUT RI ke-79, HKBP Moria Palas Gelar Upacara Bendera dan Berbagai Perlombaan
Sementara itu, dalam khotbahnya, Sekjen HKBP Pdt. Rikson Hutahaean mengajak seluruh jemaat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan berbuat baik kepada sesama, baik di lingkungan keluarga, gereja maupun masyarakat.
Ia juga mengajak jemaat HKBP Moria Palas untuk menjalani kehidupan bergereja dengan sukacita serta mendukung program yang dijalankan uluan dan parhalado.
“Seluruh jemaat HKBP Moria Palas harus menjadi jemaat yang bersukacita, tidak bersungut-sungut dan selalu mendukung apa yang menjadi program uluan dan parhalado,” pesannya.
Menurutnya, momentum Parheheon Keluarga juga menjadi bagian penting dalam pembinaan umat. Karena itu, jemaat diajak untuk semakin peka mendengar dan memahami sesama, terutama di lingkungan keluarga, serta senantiasa mendengarkan kehendak Tuhan.

Ia menekankan bahwa perjalanan dan capaian jemaat tidak terlepas dari penyertaan Tuhan.
“Ini bukan karena kekuatan kita, melainkan penyertaan Tuhan kepada kita semua. Kita dipeluk Tuhan setiap hari. Tidak ada yang ingin kembali ke masa lalu. Semua orang pasti memiliki cita-cita, impian, dan sukacita,” katanya.
Pdt. Rikson Hutahaean juga menyampaikan keyakinannya bahwa HKBP Moria Palas akan terus berkembang. Ia menilai keberadaan Sopo Godang di usia ke-38 tahun merupakan salah satu capaian yang patut disyukuri.
“Luar biasa, HKBP Moria Palas di usia yang ke-38 tahun saat ini telah memiliki Sopo Godang. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” ungkapnya.
Di akhir khotbahnya, Pdt. Rikson Hutahaean mengingatkan jemaat agar senantiasa menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap keluarga-keluarga jemaat HKBP Moria Palas semakin diberkati dan mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kebahagiaan serta berlandaskan iman.

Sementara itu, Uluan HKBP Moria Palas, Pdt. Hendri Julianto Siregar, S.Th., M.M., menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja, atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-38 HKBP Moria Palas dengan baik, meriah, dan sukses.
“Semua yang telah berlangsung dengan baik ini merupakan anugerah Tuhan semata. Karena itu, pertama-tama kami menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja,” ujar Pdt. Hendri Julianto Siregar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja keras dan pengorbanannya. Terima kasih juga kepada seluruh jemaat Tuhan yang dengan sukacita memberikan partisipasinya, baik melalui celengan rumah tangga atau satti-satti, boras na dihunti, bahan lelang atau silua, maupun berbagai bentuk dukungan lainnya,” katanya.
Baca juga: HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi 72 Jemaat Lansia
Menurutnya, seluruh persembahan dan dukungan yang diberikan jemaat merupakan bentuk nyata kebersamaan serta kesatuan hati dalam mendukung pelayanan gereja.
“Biarlah semua persembahan yang diberikan menjadi persembahan yang layak di mata Tuhan. Doa kami, Tuhan akan menggantikannya dengan berkat yang berlipat ganda. Kesatuan hati jemaat dalam memberikan persembahan terbaik menjadi semangat bagi kami para hamba-Nya untuk semakin giat melanjutkan pelayanan di dunia ini,” tuturnya.
Pdt. Hendri berharap momentum HUT ke-38 HKBP Moria Palas dapat menjadi moment penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mewujudkan visi HKBP sebagai berkat bagi dunia.
“Kiranya HUT ke-38 ini menjadi momentum strategis bagi kita untuk semakin melakukan pelayanan yang lebih dahsyat lagi, sehingga visi HKBP untuk menjadi berkat bagi dunia semakin terasa di mana pun dan kapan pun. Perayaan ini juga kiranya menjadi momentum untuk mempersiapkan ulang tahun emas ke-50 HKBP Moria Palas pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu hal monumental dalam perayaan HUT ke-38 adalah hadirnya Pos Pelayanan (Pospel) Sekolah Minggu HKBP di Jalan Putih Pungguk.
“Walaupun saat ini status tanah tersebut masih dipinjamkan secra gratis selama 10 tahun oleh keluarga Amang Jonner Nababan/Br. Marbun, kami berdoa kiranya pada waktunya tanah tersebut dapat menjadi milik HKBP Moria Palas,” ungkapnya.
Atas kemurahan hati tersebut, Pdt. Hendri menyampaikan apresiasi kepada keluarga Jonner Nababan/Br. Marbun.
“Terima kasih kepada keluarga Amang Jonner Nababan/Br. Marbun atas kemurahan hatinya. Kiranya Tuhan senantiasa menambahkan berkat-Nya bagi keluarga,” katanya.

Pdt. Hendri juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan bagi pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada panitia, khususnya para donatur yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu atas donasi dan dukungannya. Tuhan memberkati Amang dan Inang sekalian,” ucapnya.
Kepada para pemenang perlombaan, ia menyampaikan ucapan selamat dan berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk semakin aktif dalam pelayanan.
“Selamat kepada seluruh pemenang perlombaan. Biarlah semua kegiatan yang dilakukan semakin memotivasi kita untuk melayani Tuhan lebih dahsyat lagi. Bagi yang masih tertunda kemenangannya, jangan kecil hati. Tetap semangat karena masih ada waktu dan kegiatan lainnya untuk meraihnya,” pesannya.

Di akhir pernyataannya, Pdt. Hendri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mengambil bagian dalam perayaan HUT ke-38 HKBP Moria Palas, termasuk Amang Sekjen HKBP, Praeses HKBP Distrik XXII Riau, para pendeta, serta berbagai kontingen paduan suara dan rombongan jemaat.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada kontingen paduan suara dari HKBP Sumbersari, Sion Muara Fajar, Rajawali, Tangkerang, PPND, Dame Palas, Tapung, St. H.W. Hutahaean, Hutahaean/Br. Siagian, Sonang Pangaribuan, ST/Br. Siregar, serta rombongan HKBP Rumbai yang turut hadir dan memeriahkan kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, berpartisipasi, dan mendukung kegiatan ini. Mungkin tidak semua dapat kami sebutkan satu per satu, tetapi seluruh dukungan yang diberikan sangat berarti bagi HKBP Moria Palas. Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati dan menyertai kita semua,” pungkasnya.
Rangkaian Pesta Puncak Parheheon Keluarga, HUT ke-38 HKBP Moria Palas dan Pesta Gotilon tersebut dilaksanakan oleh panitia yang diketuai Fransisca Silaen, S.H., dengan Dian Lestari Napitupulu sebagai sekretaris dan Juwita Galingging sebagai bendahara. Sementara koordinator kegiatan dijabat Elsida Hutajulu.
Pantauan awak media, pesta puncak tersebut berlangsung lancar dengan diisi oleh berbagai acara, mulai dari ibadah, laporan panitia, makan siang bersama, penyematan ulos kehormatan, pesta/tortor, dan doorprize. (*J2R)






















1 Komentar