PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong penguatan kemitraan dengan insan pers agar tidak sebatas publikasi kegiatan pemerintahan. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menilai komunikasi dua arah penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap aktual, akurat, dan berimbang.
Hal tersebut disampaikan Markarius saat membuka kegiatan peningkatan kualitas kemitraan media dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (14/9/2026).
Markarius mengatakan, pertemuan antara pemerintah dan insan pers harus menjadi ruang komunikasi yang produktif, bukan sekadar agenda seremonial. Melalui komunikasi yang terbuka, pemerintah dan media dapat membangun pemahaman bersama mengenai berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Komunikasi yang baik akan melahirkan berita yang aktual dan benar, serta dibutuhkan masyarakat,” kata Markarius.
Ia mencontohkan persoalan persampahan yang sebelumnya menjadi sorotan di Kota Pekanbaru. Menurutnya, pemberitaan mengenai kondisi sampah turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemerintah dan kondisi kota.
Namun, seiring berbagai upaya pembenahan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat, Markarius berharap perkembangan positif tersebut juga mendapat perhatian dalam pemberitaan.
“Ketika kondisi negatif, pemberitaannya heboh. Ketika sudah membaik, tentu perlu juga diberitakan,” ujarnya.
Baca juga: Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen
Markarius mengakui masih terdapat kendala komunikasi antara pemerintah dan media. Menurutnya, belum seluruh informasi maupun harapan dari kedua pihak dapat tersampaikan secara optimal karena ruang komunikasi yang tersedia masih perlu diperkuat.
Karena itu, Pemko Pekanbaru membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dengan insan pers. Kemitraan yang sehat dinilai penting agar pemerintah dan media dapat menjalankan fungsi masing-masing secara profesional.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Markarius juga menyoroti perubahan pola masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Menurutnya, perkembangan media sosial membuat produksi informasi tidak lagi hanya dilakukan oleh perusahaan pers. Masyarakat kini dapat membuat dan menyebarkan konten secara langsung, bahkan dengan jangkauan yang terkadang lebih luas dibandingkan media konvensional.
“Sekarang semua orang bisa membuat informasi melalui media sosialnya. Kadang rating dan yang membaca lebih banyak daripada media yang menulis secara resmi,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjut Markarius, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan media dan insan pers. Di tengah derasnya arus informasi digital, media dituntut tetap menjaga kualitas, akurasi, dan kredibilitas pemberitaan.
Untuk itu, ia berharap kemitraan Pemko Pekanbaru dengan media tidak berhenti pada kebutuhan publikasi kegiatan pemerintah.
Kemitraan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran informasi, komunikasi dua arah, serta penyampaian kritik dan masukan secara konstruktif demi perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (*red)





















