INDRAGIRI HULU, SINURBERITA.COM – Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0302/Indragiri Hulu bersama unsur gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan kebun masyarakat Desa Pulau Jum’at, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Senin (14/9/2026).
Hingga Senin, tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap sejumlah titik api dan asap di lokasi. Luas keseluruhan lahan yang terdampak masih dalam proses pendataan, sementara area yang telah berhasil ditangani melalui pemadaman dan pendinginan mencapai sekitar 3,05 hektare.
Operasi melibatkan personel TNI AD bersama Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.
Untuk menjangkau titik-titik kebakaran, petugas mengerahkan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya mesin Mars-3, Mini Striker, nozel, konektor, dan puluhan selang.
Baca juga: Satgas Karhutla TNI Mediasi Warga dan PT RKA di Melawi
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang terbatas dan sumber air yang sulit dijangkau. Kondisi cuaca yang panas juga menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman maupun pendinginan.
Tim kemudian membuka akses menuju titik api dan asap agar peralatan pemadaman dapat digunakan secara optimal. Penanganan dilakukan dengan menyasar titik api sekaligus mendinginkan area yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali api.
“Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan dengan mengoptimalkan personel serta peralatan yang tersedia. Fokus utama adalah menekan titik api agar tidak meluas sekaligus memastikan area yang telah dipadamkan tidak kembali terbakar,” ujar petugas di lapangan.
Setelah kegiatan pemadaman dan pendinginan hari ini, tim tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan terdampak. Penanganan akan dilanjutkan pada hari berikutnya terhadap titik-titik yang masih membutuhkan pemadaman maupun pendinginan.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama unsur terkait terus melakukan penanganan terpadu di lapangan untuk mengendalikan Karhutla dan mencegah api meluas ke kawasan lainnya. (*J2R)





















