PURWAKARTA, SINURBERITA.COM – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri kegiatan Hajat Mulud yang digelar masyarakat Desa Mekarjaya, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat dalam menyambut Bulan Mulud sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Hajat Mulud dilaksanakan di kediaman salah satu tokoh adat setempat dan diikuti masyarakat. Tradisi tersebut selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat sebagai bentuk penghormatan serta pengingat terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menjadikan Hajat Mulud sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri sekaligus mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengatakan, tradisi seperti Hajat Mulud memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, pelestarian tradisi yang mengandung nilai positif dapat turut memperkuat karakter, kebersamaan, serta kehidupan religius warga.
“Hajat Mulud merupakan bagian dari membangun peradaban. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh setiap desa di Kabupaten Purwakarta,” ujar Saepul Bahri Binzein.
Baca juga: Diduga Kuras Uang Rp11 Miliar Milik Ayahnya, Sang Adik Somasi Kakak Kandung
Ia menekankan agar pelaksanaan Hajat Mulud tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Tradisi tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus memperkuat identitas budaya dan nilai keagamaan masyarakat.
“Dengan adanya kegiatan ini, jangan hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun Purwakarta yang religius dan berbudaya,” katanya.
Menurutnya, pelestarian tradisi lokal merupakan bagian dari pembangunan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Penguatan karakter, budaya, nilai keagamaan, dan kehidupan sosial juga dinilai penting dalam membangun masyarakat.
Pelaksanaan Hajat Mulud di Desa Mekarjaya menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi lokal. Nilai-nilai keagamaan dan budaya yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dengan keberlanjutan tradisi tersebut, identitas budaya masyarakat Purwakarta diharapkan tetap terjaga seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat. (*Dayat)





















