BANGKA, SINURBERITA.COM – Aktivitas pertambangan timah menggunakan ponton jenis tower diduga kembali marak di perairan Penyusuk, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Sekitar 30 unit ponton beroperasi dan melakukan aktivitas penambangan di kawasan perairan yang berada di sekitar kawasan wisata Pantai Penyusuk.
Informasi mengenai aktivitas tersebut diperoleh media ini dari sumber di lapangan. Keberadaan puluhan ponton tersebut juga menjadi perhatian warga karena aktivitas penambangan berlangsung di kawasan perairan yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata.
Seorang warga setempat, Kun, mengatakan aktivitas penambangan timah menggunakan ponton tower tersebut diduga dikelola oleh sejumlah pihak di lapangan.
Menurut Kun, pengelolaan aktivitas tambang tersebut disebut melibatkan Mino dan Dayat. Ia juga menyebut hasil penambangan timah dari lokasi tersebut diduga dijual melalui keduanya kepada pihak yang dikenal dengan nama Jendul atau Ramadian.
“Tambang timah jenis tower ini diurus Mino dan Dayat. Hasil timahnya dijual kepada Jendul (Ramadian) melalui Mino dan Dayat,” ujar Kun.
Baca juga: Tambang Timah di Pantai Rebo Babat Hutan Mangrove, Ekosistem Alam Hilang Demi Uang
Selain persoalan aktivitas penambangan, Kun juga menyampaikan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat TNI Angkatan Laut dalam aktivitas tersebut. Ia menyebut aparat yang dimaksud bertugas di Pos Belinyu.
Ia juga menyampaikan bahwa aktivitas ponton tower di perairan Penyusuk diduga tidak dilengkapi Surat Perintah Kerja (SPK).
Ia membandingkan aktivitas tersebut dengan kegiatan penambangan di perairan Romodong yang menurut keterangannya juga dikaitkan dengan nama Ramadian, tetapi disebut memiliki SPK.
“Kalau di Romodong memang dibina Jendul juga, tetapi mereka mempunyai SPK. Kalau di Penyusuk, mereka tidak mempunyai SPK, hanya koordinasi,” kata Kun.
Baca juga: Investor Malaysia Laporkan Pamen Mabes Polri, Dugaan Penipuan Investasi Tambang Emas Rp58,5 Miliar
Untuk mendapatkan konfirmasi dan keberimbangan informasi, media ini telah menghubungi Ramadian melalui pesan WhatsApp terkait dugaan aktivitas puluhan ponton tower di perairan Penyusuk, termasuk mengenai tudingan sebagai pihak yang disebut membina serta membeli hasil tambang dari lokasi tersebut.
Namun, hingga berita ini disusun, Ramadian belum memberikan tanggapan.
Media ini juga telah menghubungi pihak yang disebut sebagai pengurus aktivitas penambangan sekaligus pihak yang diduga membeli hasil timah dari lokasi tersebut melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban yang diterima. (*red/Hry)






















1 Komentar