KPU Riau Ajak Mahasiswa Pahami Teknologi dan Masa Depan Pemilu Berkelanjutan

Ketua KPU Provinsi Riau Rusidi Rusdan.

PEKANBARU, SINURBERITA.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau kembali menggelar kegiatan Sekolah Pemilu Hijau (Green Election School) Tahun 2026 di Kantor KPU Provinsi Riau, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pendidikan pemilih yang mengintegrasikan pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan dengan nilai-nilai keberlanjutan dalam penyelenggaraan pemilu. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau dan sekitarnya yang sedang melaksanakan program magang di KPU Provinsi Riau.

Sekolah Pemilu Hijau merupakan pengembangan dari program Sekolah Pemilu dan Demokrasi yang dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat wawasan mengenai demokrasi, sistem kepemiluan, serta berbagai aspek penyelenggaraan pemilu.

Dalam sesi pembelajaran, peserta mendapatkan dua materi utama yang disampaikan oleh jajaran KPU Provinsi Riau.

Anggota KPU Provinsi Riau sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Abdul Rahman, menyampaikan materi bertema “Teknologi Pemilu untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup.”

Baca juga: BPK Bongkar Pengadaan Y Banner Bawaslu Riau, Kelebihan Pembayaran Capai Rp947 Juta

Abdul Rahman menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu memiliki peran penting dalam meningkatkan efektivitas dan transparansi sekaligus mendukung upaya mewujudkan pemilu yang lebih ramah lingkungan.

“Teknologi dalam penyelenggaraan pemilu dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang lebih berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi yang tepat tidak hanya mendukung efisiensi kerja penyelenggara, tetapi juga dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya yang berdampak terhadap lingkungan,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, inovasi teknologi dalam kepemiluan tetap harus dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan, akurasi, dan keterbukaan.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Riau, Rusidi Rusdan menyampaikan materi bertema “Siklus dan Tahapan Pemilu: Pelajaran Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.”

Dalam materi tersebut, Rusidi Rusdan memaparkan siklus penyelenggaraan pemilu, tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, serta berbagai pengalaman yang dapat menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan demokrasi.

Baca juga: Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Perkuat Literasi Mahasiswa tentang Data Pemilih dan Daerah Pemilihan

Rusidi menekankan pentingnya pemahaman mengenai siklus dan tahapan pemilu, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, pemilu bukan sekadar proses pencoblosan atau pemungutan suara, melainkan rangkaian tahapan yang saling berkaitan.

“Pemilu bukan hanya tentang proses pemungutan suara, tetapi merupaan rangkaian tahapan yang saling berkaitan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian seluruh proses demokrasi,” kata Rusidi.

Ia berharap pemahaman tersebut dapat mendorong generasi muda memiliki kesadaran lebih baik mengenai pentingnya partisipasi masyarakat sekaligus ikut menjaga kualitas demokrasi.

Kegiatan Sekolah Pemilu Hijau 2026 berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknologi dan tahapan kepemiluan, tetapi juga didorong untuk melihat penyelenggaraan pemilu dari perspektif keberlanjutan lingkungan.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami proses demokrasi secara lebih utuh serta membangun kesadaran terhadap pentingnya penyelenggaraan pemilu yang efektif, transparan, inklusif, dan berkelanjutan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *