PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Pasokan listrik di wilayah Riau mulai kembali normal setelah PT PLN (Persero) melakukan pemulihan sistem secara bertahap pasca terjadinya pemadaman total (blackout) yang melanda sebagian wilayah Sumatra bagian tengah dan utara, Jumat (22/5/2026) malam.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan menjelaskan, gangguan bersumber dari transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Gangguan tersebut dipicu cuaca buruk yang mengakibatkan sistem kelistrikan terganggu secara meluas.
“Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat (22/5). Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal,” ujar Komang.
Baca juga: Listrik Padam Massal di Riau, PLN Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Hingga saat ini PLN masih melakukan penelusuran secara detail guna memastikan akar penyebab gangguan struktural yang memicu blackout tersebut. Proses pemulihan juga dilakukan dengan mengutamakan aspek keamanan sistem agar pasokan listrik kembali stabil.
“Hingga pukul 05.00 WIB, sebanyak 154 dari total 227 penyulang yang terdampak telah berhasil dipulihkan. PLN terus melakukan percepatan penormalan agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali ke pelanggan,” ujar I Komang Gede Sastrawan, dalam keterangannya.
PLN turut mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik selama proses normalisasi berlangsung. Informasi perkembangan pemulihan dapat dipantau melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya.
Sebelumnya, pemadaman listrik terjadi sejak pukul 18.44 WIB dan menyebabkan sejumlah wilayah di Riau gelap gulita. Di Kota Pekanbaru, lampu jalan hingga lampu lalu lintas padam total sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca juga: Nama Baik Hancur, Astuty Lapor Polisi Usai Dituduh Selingkuh
Seorang warga Pekanbaru, Habib, mengaku aktivitas kerjanya terganggu akibat pemadaman mendadak tersebut.
“Listrik padam usai saya salat magrib. Lingkungan di RT kami gelap gulita, entah kapan listrik kembali hidup,” keluhnya.
Kondisi blackout yang meluas juga mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Untuk mengantisipasi aksi kriminalitas di tengah situasi gelap gulita, polisi meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik rawan di wilayah terdampak.
Hingga Jumat malam, proses pemulihan terus berlangsung dan sebagian besar wilayah di Riau dilaporkan mulai kembali dialiri listrik secara bertahap. (*J2R)




















