Hajat Lembur Desa Linggamukti Jadi Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya Sunda

Hajat Lembur Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

PURWAKARTA, SINURBERITA.COM – Tradisi adat Hajat Lembur kembali digelar masyarakat Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda yang masih terjaga secara turun-temurun.

Perayaan yang juga dikenal sebagai Hajat Bumi Milangkala Desa Linggamukti ke-45 ini berlangsung meriah dan sarat nilai kebersamaan. Warga dari berbagai lapisan masyarakat turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang menonjolkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial.

Baca juga: Heboh! Polisi di Tapteng Ditangkap, Sabu 204 Gram Disita

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi tersebut. Ia menilai Hajat Lembur tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas sejarah dan perjuangan para pendiri desa.

“Perayaan ini mengingatkan kita pada perjuangan para leluhur yang dengan keterbatasan mampu membangun desa melalui kerja keras dan kebersamaan,” ujar Saepul Bahri Binzein.

Ia juga mendorong agar desa-desa lain di Purwakarta dapat mengembangkan kegiatan serupa sebagai bagian dari penguatan identitas budaya lokal.

Baca juga: 8 Pendulang Emas Tewas di Yahukimo, TNI Siapkan Evakuasi Udara dan Kejar Pelaku

Kepala Desa Linggamukti, Toto Iskandar, menyampaikan bahwa Hajat Lembur merupakan agenda rutin tahunan masyarakat sebagai ungkapan syukur atas limpahan hasil pertanian dan keberkahan desa.

Dalam pelaksanaannya, warga membawa dongdang berisi hasil bumi yang kemudian diarak mengelilingi desa. Arak-arakan tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Suasana perayaan semakin semarak dengan pertunjukan seni tradisional dan hiburan rakyat yang digelar pada malam hari di Lapangan Linggajati. Ribuan warga tampak antusias memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian acara tersebut.

Melalui peringatan ini, masyarakat Desa Linggamukti, Desa Linggamukti, berharap tradisi Hajat Lembur dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya serta penguat ikatan sosial di tengah perkembangan zaman. (R. Hidayat/Ujang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *