TAPTENG, SINURBERITA.COM – Dua aliansi masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masif Perjuangan Rakyat (Gempar) dan Forum Masyarakat Adil untuk Semua (Formas) Sibolga – Tapanuli Tengah dipastikan besok akan menggelar aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (21/5/2026).
Aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 100 orang massa ini akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di Jalan Dr. FL Tobing, Alun-Alun Pandan, sebelum bergerak menuju Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sibolga–Tapanuli Tengah serta Kantor DPRD Tapanuli Tengah.
Rencana aksi tersebut telah resmi diberitahukan kepada Kepolisian Resor Tapanuli Tengah dan telah mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP), sehingga kegiatan dipastikan berlangsung sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sorotan Dugaan Intervensi Dana Pendidikan
Aksi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait dugaan adanya intervensi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta program revitalisasi sekolah jenjang SMA dan SMK di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Penanggung jawab aksi, Simon Situmorang, menyebutkan bahwa pihaknya menerima berbagai informasi dan dinamika yang terjadi di lingkungan kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, terkait pengelolaan anggaran pendidikan tahun 2026.
“Kami menilai perlu ada kejelasan dan pengawasan terkait pengelolaan Dana BOS dan dana revitalisasi sekolah agar berjalan sesuai aturan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Program revitalisasi sekolah yang dimaksud saat ini diketahui menggunakan mekanisme swakelola, di mana kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan dan anggaran.
Baca juga: Fantastis! PD SINA Raup Rp228 Juta dari Aset Pemko, Setor Kas Daerah Hanya Rp10 Juta
Tuntutan Pengawasan Ketat
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk turun tangan melakukan pengawasan lebih intensif terhadap pelaksanaan program pendidikan tersebut.
Mereka menekankan pentingnya transparansi agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah benar-benar sesuai petunjuk teknis dan tidak disalahgunakan oleh pihak mana pun.
“Kami hanya ingin memastikan tidak ada intervensi dalam pelaksanaan program yang bersumber dari anggaran negara,” tambah Simon.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi akan berlangsung damai dan tertib. Mereka juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan jalannya kegiatan tetap kondusif.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Irwansyah Daulay berharap Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sumatera Utara dapat hadir langsung untuk menerima aspirasi massa aksi.
“Kami berharap aspirasi dapat disampaikan langsung kepada pihak terkait,” ujarnya.
Aksi ini menjadi perhatian publik di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah, mengingat isu pengelolaan dana pendidikan kerap menjadi sorotan masyarakat. Para peserta aksi berharap langkah ini dapat membuka ruang klarifikasi dan meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran pendidikan di daerah. (*Ast)




















