Kasum TNI Cek Langsung Infrastruktur Rusak dan Huntara di Tapteng-Tapsel

JAKARTA, SINURBERITA.COM – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I Satuan Tugas (Wakasatgas I) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Selasa (19/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah titik terdampak di wilayah Sumatera Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan Kasum TNI bersama rombongan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Silangit, Tapanuli Utara, menggunakan pesawat Boeing A7304 TNI AU. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Helipad Lapangan Sepak Bola Sahala Muda Pakpahan di Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Tapsel.

Di wilayah Tapsel, Kasum TNI meninjau perbaikan jalan rute Tarutung–Sipirok di Desa Antur Mangan, Kecamatan Sipirok. Peninjauan dilakukan menggunakan kendaraan roda dua guna memastikan progres pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana.

Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Di Kecamatan Pandan, Kasum TNI meninjau sumur bor di kawasan hunian sementara (huntara) Rusunawa Pandan yang dibangun melalui dukungan PT Musim Mas/Minamas. Dalam kesempatan itu, bantuan sembako juga diserahkan kepada 105 kepala keluarga penghuni huntara.

Selain itu, rombongan turut meninjau area persawahan di Kecamatan Tukka sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana.

Usai istirahat dan makan siang, Kasum TNI kembali melanjutkan peninjauan ke pembangunan jembatan bailey di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Selanjutnya, dilakukan peninjauan lahan hunian tetap (huntap), peletakan batu pertama pembangunan huntap oleh Yayasan Caritas Indonesia, kegiatan land clearing, serta penyerahan bantuan sembako kepada 36 calon penghuni huntap.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan huntap Asrama Haji Pinang Sori dan penyerahan bantuan sembako kepada 55 kepala keluarga penghuni huntara di Kecamatan Pinang Sori.

Di sela kunjungan, Letjen TNI Richard Tampubolon meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor dan instalasi air bersih bagi warga huntara Rusunawa Pandan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Kasum TNI mengatakan pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan hasil koordinasi bersama BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten terkait kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.

“Dari masukan BPBD Provinsi dan Kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih. Setelah berkoordinasi dan komunikasi intensif, kami memutuskan membangun sumur bor dan instalasi air masing-masing lima unit di Tapanuli Tengah dan lima unit di Tapanuli Selatan,” ujar Richard.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap sumur bor dan instalasi air bersih ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga rusunawa dan huntara. Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat bersama,” katanya.

Richard juga mengapresiasi dukungan PT Musim Mas yang dinilai memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Air bersih adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting. Di sini ada 118 KK yang sebelumnya mengalami kesulitan air. Atas komunikasi dan koordinasi yang dilakukan, akhirnya program akses air bersih ini dapat diwujudkan,” ucapnya.

Menurutnya, instalasi air bersih sementara difokuskan untuk kebutuhan penghuni huntara Rusunawa Pandan dan nantinya akan disesuaikan dengan pembangunan hunian tetap.

Kasum TNI juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu banjir di wilayah Tapanuli Tengah sehingga diperlukan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

“Saya bersama tim sudah mengecek langsung kondisi lapangan. Hujan dan banjir masih sulit diprediksi sehingga diperlukan konsep dan langkah penanganan yang tepat. Kami sudah berdiskusi bersama kementerian terkait, Kemensos, pemerintah daerah, dan seluruh pihak untuk menghasilkan langkah produktif yang segera dibawa ke Jakarta untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*Ast)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *