TAPTENG, SINURBERITA.COM – Aliansi FORMAS-GEMPAR Sibolga-Tapteng menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Wilayah X, Jalan Basri Hutagalung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (21/5/2026).
Massa aksi mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mencopot Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Ahmad Dasuki Siregar, terkait dugaan pungutan liar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan intervensi terhadap sekolah penerima dana revitalisasi.
Aksi tersebut dipimpin Koordinator Aksi Simon Situmorang, didampingi Koordinator Lapangan Edyanto Simatupang serta Irwansyah Daulay.
Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS dan proyek revitalisasi sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.
Baca juga: Fantastis! PD SINA Raup Rp228 Juta dari Aset Pemko, Setor Kas Daerah Hanya Rp10 Juta
Simon Situmorang menyebut pihaknya menerima informasi adanya dugaan pungutan terhadap kepala sekolah setelah dilakukan pemeriksaan penggunaan dana BOS.
“Setiap kepala sekolah diduga diminta mengeluarkan uang sebesar Rp25 ribu dari jumlah siswa penerima dana BOS,” ujar Simon dalam orasinya.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan intervensi dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah. Edyanto Simatupang menyatakan kepala sekolah penerima dana revitalisasi diduga tidak memiliki kewenangan penuh dalam menentukan konsultan maupun pelaksanaan pekerjaan proyek.
“Mulai dari konsultan perencana, konsultan pengawas hingga pelaksana pekerjaan di lapangan disebut diarahkan pihak tertentu. Kepala sekolah hanya menerima fee sekitar 10 persen,” kata Edyanto.
Irwansyah Daulay menambahkan, para kepala sekolah disebut merasa tertekan dalam pengelolaan dana BOS maupun pembangunan revitalisasi sejak Ahmad Dasuki Siregar menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X.
“Kami meminta penjelasan langsung terkait dugaan intervensi dan pungli tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Heboh! Polisi di Tapteng Ditangkap, Sabu 204 Gram Disita
Dalam aksi itu, Juan F. Lumban Gaol membacakan enam poin tuntutan massa. Berkas tuntutan kemudian diserahkan kepada Kasi Bidang SMK, Hisar Silaban, yang didampingi Kasubbag Tata Usaha A. Siregar serta Kasi Bidang SMA H. Tarihoran.
Menanggapi tuntutan massa, Hisar Silaban mengatakan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X sedang menjalankan tugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI sebagai pelaksana tugas.
“Beliau saat ini sedang bertugas di Cabdis Wilayah XI,” kata Hisar.
Adapun tuntutan massa antara lain meminta Gubernur Sumatera Utara mencopot Ahmad Dasuki Siregar dari jabatannya, mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melakukan pengawasan ketat, meminta Dinas Pendidikan Sumut membentuk tim pengawasan pengelolaan dana BOS dan revitalisasi, serta mendesak DPRD Tapanuli Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan tersebut.
Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari Ahmad Dasuki Siregar terkait tudingan yang disampaikan massa aksi.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat dari Polsek Pandan dan Polres Tapanuli Tengah. Massa kemudian membubarkan diri secara damai usai menyampaikan tuntutan mereka. (*Ast)




















