TAPTENG, SINURBERITA.COM — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menyerahkan tiga unit bus sekolah untuk mendukung transportasi siswa yang terdampak bencana alam.
Penyerahan bus dilakukan Bupati Tapanuli Tengah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah di halaman Kantor Dinas Pendidikan Tapteng, Jumat (25/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Johannes Simanjuntak mengatakan, armada tersebut akan digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi siswa terdampak bencana di sejumlah wilayah.
Menurut Johannes, berdasarkan pendataan sementara terdapat sekitar 235 siswa yang akan menggunakan layanan transportasi tersebut.
“Layanan ini menyasar sekitar 235 siswa untuk membantu para orang tua kita yang mungkin kehilangan mata pencaharian akibat bencana,” kata Johannes.
Ia menjelaskan, pengadaan bus sekolah tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah. Armada disiapkan untuk membantu siswa menuju sekolah sementara maupun sekolah yang berada di sejumlah lokasi terdampak bencana.
Pada tahap awal, terdapat dua rute utama yang menjadi prioritas pelayanan. Rute pertama melayani penjemputan siswa dari Rusunawa Pandan menuju sekolah sementara tingkat SD di Hutanabolon.
Rute kedua melayani penjemputan siswa dari titik Hunian Tetap (Huntap) Asrama Haji Pinangsori menuju sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah tersebut.
Johannes menyebut pengadaan armada transportasi sekolah ini merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam menyediakan layanan transportasi khusus bagi siswa terdampak bencana.
“Ini merupakan langkah pertama dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah, di mana ada pengadaan bus sekolah khusus layanan dasar bagi anak didik terdampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah mengatakan penyediaan transportasi sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak bencana.
“Dengan adanya mobil ini, menjadi bukti nyata hadirnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam melayani dan menunjang sarana pendidikan bagi anak-anak didik kita, khususnya yang terdampak bencana alam,” kata Bupati.
Johannes menambahkan, selain tiga unit bus sekolah yang diserahkan pada tahap awal, pemerintah daerah juga merencanakan penambahan armada dengan ukuran lebih besar.
Keberadaan layanan transportasi tersebut diharapkan membantu siswa terdampak bencana tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar, sekaligus mengurangi beban transportasi yang harus ditanggung keluarga. (*Ast)
» Simak berita lainnya di Google News SINUR BERITA





















