SIBOLGA, SINURBERITA.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Sibolga berhasil mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 10 tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Sibolga.
Keberhasilan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Lobby Polres Sibolga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan dipimpin Wakapolres Sibolga Kompol Arifin B. Tampubolon, didampingi Kasat Resnarkoba AKP A.M. Purba dan Plt Kasi Humas Polres Sibolga Aiptu Hadi H. Sitanggang.
Baca juga: Biaya Sewa Rp300 Juta Menguap, PD SINA dan REi Diduga Kongkalikong
Kasat Resnarkoba Polres Sibolga AKP A.M. Purba menjelaskan, enam kasus yang berhasil diungkap terdiri atas dua Target Operasi (TO) Tempat, dua TO Orang, dan dua kasus Non TO. Dengan capaian tersebut, target Operasi Antik Toba 2026 yang dibebankan kepada Polres Sibolga berhasil direalisasikan 100 persen.
“Dari enam laporan polisi yang berhasil diungkap, kami mengamankan 10 tersangka yang terdiri dari sembilan laki-laki dan satu perempuan. Tiga di antaranya merupakan residivis kasus narkotika,” ujar AKP A.M. Purba.
Hasil penyelidikan menunjukkan para tersangka memiliki peran yang berbeda dalam jaringan tersebut, mulai dari pengedar, penjual hingga kurir narkotika.
Selain mengamankan para tersangka, petugas turut menyita barang bukti berupa sabu seberat 6,19 gram, uang tunai Rp781.000, empat unit telepon genggam, dan satu unit timbangan digital yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.
Baca juga: Mei Berlalu, Bantuan Belum Tiba! Korban Banjir Tapteng Minta Kepala Bulog Sibolga Dicopot
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta sejumlah ketentuan terkait dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku.
Polres Sibolga menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika,” tegas AKP A.M. Purba. (*Ast)





















