Setelah Empat Kali Musyawarah, Warga Matras Akhirnya Bentuk Panitia Baru Pembongkaran Pasir Timah

Musyawarah di Kantor Kelurahan Matras.

BANGKA, SINURBERITA.COM – Warga Lingkungan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, menggelar musyawarah untuk memilih kepengurusan baru Panitia Pembongkaran Pasir Timah KIP Mitra IUP PT Timah Tbk di perairan Lingkungan Matras, Kamis (4/6/2026).

Musyawarah tersebut merupakan tindak lanjut dari rekomendasi hasil pertemuan antara pihak kelurahan, panitia, serta pembina dan penasihat kegiatan pembongkaran pasir timah yang telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026 lalu.

Menurut informasi yang disampaikan warga setempat, pertemuan kali ini merupakan agenda musyawarah keempat yang digelar di Kantor Kelurahan Matras untuk membahas pembentukan kepengurusan panitia yang baru.

Baca juga: Stadion Legendaris OROM Terbengkalai, Warga Sungailiat: Mana Janji Pemkab dan DPRD Bangka?

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Matras itu dimediasi oleh Pemerintah Kelurahan Matras dan dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sungailiat Farid Anshari serta Komandan Kompi Brimob Sungailiat selaku pembina.

Dalam sambutannya, Farid Anshari mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan Matras selama proses pembentukan kepengurusan berlangsung.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas di Lingkungan Matras. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Musyawarah ini harus menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Jaksa Agung Canangkan Era Baru Kejaksaan Digital, Sistem Penuntutan Tunggal Jadi Prioritas

Musyawarah yang dipimpin Kepala Lingkungan Matras tersebut berlangsung secara terbuka dan menghasilkan susunan kepengurusan baru Panitia Pembongkaran Pasir Timah KIP Mitra IUP PT Timah Tbk yang akan bertugas mengelola dan mengoordinasikan kegiatan terkait di wilayah perairan Lingkungan Matras.

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pengurus masjid yang berada di Lingkungan Matras. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mendukung terciptanya kesepakatan yang mengedepankan kepentingan masyarakat.

Musyawarah berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan hingga berakhirnya kegiatan. (*Hry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *