520 ASN Jakarta Timur Adu Jitu Main Ketapel, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

Permainan tradisional Ketapel.

JAKTIM, SINURBERITA.COM – Sebanyak 520 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Timur mengikuti lomba ketapel yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Lomba yang diprakarsai Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek) itu mendapat sambutan antusias dari peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antarpegawai sekaligus melestarikan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan lomba ketapel dipilih sebagai bagian dari perayaan HUT Jakarta karena memiliki nilai budaya dan sejarah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Untuk memeriahkan HUT ke-499 Kota Jakarta, kami menggelar olahraga tradisional berupa kompetisi ketapel ASN,” ujar Munjirin.

Baca juga: Pekanbaru Siap Cetak Sejarah, Talam Durian 1 Kilometer dan 8.000 ASN Mengaji Bidik Rekor MURI

Menurutnya, permainan ketapel dahulu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama anak-anak. Namun, seiring perkembangan zaman, permainan tersebut semakin jarang ditemukan.

“Kami mencoba mengangkat kembali ketapel melalui lomba ini sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa,” katanya.

Munjirin menambahkan, tingginya partisipasi ASN menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik dan mampu menjadi sarana membangun kebersamaan di lingkungan kerja.

“Peserta sangat antusias. Meski berada di bawah terik matahari, mereka tetap semangat mengikuti perlombaan,” tambahnya.

Ketua Panitia Lomba Ketapel, Eko Pujianto, menjelaskan bahwa setiap peserta dibekali satu ketapel dan tujuh peluru untuk menembak sasaran berupa kaleng kecil yang ditempatkan pada jarak sekitar tujuh meter.

Menurut Eko, para pemenang akan mendapatkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

“Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan untuk juara pertama, kedua, dan ketiga,” ujarnya.

Baca juga: Ditlantas Riau Turunkan Tim TAA Usut Kecelakaan Maut Tol Permai

Salah seorang peserta dari Satpol PP Jakarta Timur, Andik Sukaryanto, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut karena membangkitkan kenangan masa kecilnya.

Ia mengingat saat-saat bermain ketapel bersama teman-temannya di kawasan Kali Ciliwung, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpegawai.

“Sangat seru. Kami bisa mengenang masa lalu saat bermain ketapel bersama teman-teman sebaya di pinggir kali. Sekarang kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sesama pegawai se-Jakarta Timur,” tuturnya.

Melalui lomba ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap permainan tradisional ketapel dapat kembali dikenal masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. (*red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *