PONTIANAK, SINURBERITA.COM – Ario Sabrang kembali dipercaya memimpin Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) untuk masa bakti 2026–2029. Pengukuhan kepengurusan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, di Pontianak, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Bahasan menyampaikan bahwa Rumpon diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh komunitas di Kota Pontianak. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran penting sebagai wadah untuk menyatukan potensi, memperkuat jejaring antarkomunitas, serta membangun kolaborasi yang terbuka, inklusif, dan produktif.
“Rumah Komunitas Pontianak atau Rumpon diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan berbagai potensi, memperkuat jaringan antarkomunitas, serta menjadi ruang kolaborasi yang terbuka, inklusif, dan produktif,” ujarnya.
Bahasan menilai kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas.
Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya ide-ide kreatif, gerakan sosial, pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, kepedulian lingkungan, hingga pemberdayaan generasi muda.
“Dengan bersatu, kita akan mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan solusi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan kota,” katanya.
Ia juga meminta kepengurusan Rumpon yang baru dapat memaksimalkan peran komunitas dalam memberikan gagasan, masukan, dan solusi bagi pembangunan daerah. Setiap komunitas diharapkan fokus pada bidangnya masing-masing, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Pontianak tidak akan pernah menutup diri. Silakan berkomunikasi, baik melalui perangkat daerah, hingga kepada Wali Kota maupun saya selaku Wakil Wali Kota,” tegasnya.
Selain itu, Bahasan menyoroti tantangan pelayanan publik di era digital yang semakin kompleks. Masyarakat dinilai semakin kritis dan cepat menyampaikan aspirasi maupun keluhan melalui berbagai platform digital.
Baca juga: Menko Polkam Imbau Masyarakat Tolak Hoaks dan Jaga Kondusivitas Jelang HUT ke-81 RI
Karena itu, ia mengajak komunitas untuk bersama pemerintah membangun pola pelayanan yang lebih terbuka, responsif, dan solutif.
“Semangatnya harus sama, kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit. Itu yang harus kita bangun dalam pelayanan,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bahasan juga mengingatkan pentingnya peran komunitas dalam menangkal penyebaran hoaks dan meningkatkan literasi informasi di tengah masyarakat. Menurutnya, arus informasi di media sosial harus disikapi secara bijak agar tidak memicu kepanikan maupun kesalahpahaman.
Ia mencontohkan, komunitas lingkungan dapat menjadi mitra pemerintah dengan melaporkan pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau ada pohon yang sudah rawan, komunitas lingkungan bisa menyampaikan. Pemerintah bisa langsung melakukan aksi nyata,” pungkasnya. (*Jaiyadi)





















