SURABAYA, SINURBERITA.COM – Video yang memperlihatkan armada truk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengambil pasokan barang di gudang PT Indomarco Prismatama di Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial pada Senin (18/5/2026).
Video tersebut memicu beragam tanggapan publik dan memunculkan pertanyaan mengenai arah program KDMP yang sebelumnya digagas sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah truk bertuliskan koperasi desa berada di area distribusi gudang pemasok ritel modern. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi ketergantungan koperasi desa terhadap produk dari distributor besar.
Sejak diperkenalkan, program Koperasi Desa Merah Putih disebut memiliki tujuan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan usaha berbasis masyarakat, memperpendek rantai distribusi, serta membuka akses pasar bagi produk lokal.
Namun, kemunculan video tersebut dinilai sebagian pihak bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang selama ini disampaikan pemerintah.
“Kalau barang yang dijual tetap didominasi produk dari korporasi besar, masyarakat mempertanyakan ruang bagi produk UMKM desa untuk berkembang,” ujar Ilham, warga yang mengaku mengikuti perkembangan implementasi KDMP di daerahnya.
Baca juga: Panglima TNI Dampingi Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih
Menurutnya, masyarakat berharap koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi barang kebutuhan pokok, tetapi juga mampu menjadi wadah pemasaran hasil produksi warga setempat.
Kekhawatiran serupa juga ramai disampaikan warganet di media sosial. Sejumlah komentar mempertanyakan sejauh mana koperasi desa benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha lokal apabila rantai pasok utama masih bergantung pada perusahaan ritel nasional.
Meski demikian, sebagian pihak menilai kerja sama dengan distributor besar dapat dipahami sebagai langkah awal untuk menjaga stabilitas pasokan kebutuhan masyarakat desa, terutama pada tahap pengembangan koperasi.
Mereka berpendapat, keberadaan distributor besar dapat membantu koperasi memenuhi kebutuhan barang pokok sambil secara bertahap membangun jaringan usaha dan produksi lokal.
Pengamat koperasi dan ekonomi desa menilai keberhasilan program KDMP nantinya akan sangat bergantung pada kebijakan pengelolaan serta keberpihakan terhadap produk lokal.
Koperasi desa dinilai perlu memberikan ruang lebih besar bagi UMKM setempat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa, bukan hanya memperluas jalur distribusi produk perusahaan besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai video viral tersebut maupun mekanisme kerja sama distribusi antara KDMP dan perusahaan pemasok. (*red)




















