Kuota Liga 4 Dipersoalkan, PSPP Tuntut Transparansi PSSI

Para pemain tim PS Padang Panjang (PSPP).

PADANG PANJANG, SINURBERITA.COM – Persatuan Sepak Bola Padang Panjang (PSPP) resmi melayangkan surat keberatan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) setelah tidak masuk dalam daftar tim yang lolos ke Putaran Nasional Liga 4 musim 2025/2026.

Surat bernomor 33/PSPP-PP/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026 itu ditujukan kepada Ketua Umum PSSI di Jakarta dan ditandatangani Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif. Dalam suratnya, PSPP meminta klarifikasi terkait dasar perhitungan koefisien penentuan 64 tim peserta putaran nasional, khususnya bagi tim nonjuara tingkat Asosiasi Provinsi (Asprov).

PSPP mempertanyakan keputusan tersebut karena menilai telah menjalani kompetisi dengan jumlah pertandingan yang cukup panjang serta persiapan yang maksimal sepanjang musim.

Baca juga: APH Tutup Mata, Warga Siap Demo Lokasi Kuari Durian Tandang

Menurut PSPP, Liga 4 Sumatera Barat diikuti 10 tim dengan sistem kompetisi penuh satu putaran, dilanjutkan semifinal kandang-tandang (home and away) serta final satu pertandingan. Tim yang masuk empat besar diketahui menjalani hingga 12 pertandingan sepanjang kompetisi.

Namun, PSPP menyoroti adanya perbedaan jumlah pertandingan dan kuota di sejumlah provinsi lain yang tetap meloloskan lebih dari satu wakil ke putaran nasional. Beberapa diantaranya adalah Liga 4 Papua Barat Daya yang hanya diikuti enam tim namun meloloskan dua wakil dengan total enam pertandingan, Liga 4 Kalimantan Barat dengan tujuh pertandingan hingga final, Liga 4 Papua Tengah yang hanya memainkan empat pertandingan sampai final, serta Liga 4 DKI Jakarta dengan total tujuh pertandingan bagi tim yang lolos.

Atas kondisi tersebut, PSPP meminta PSSI memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme dan dasar penentuan kuota nasional Liga 4 agar tidak menimbulkan polemik di kalangan peserta.

Baca juga: TNI Koops Habema Buka Suara soal Tewasnya Nalince Wamang

Ketua Umum PSPP, Irsyad Hanif, menegaskan bahwa langkah yang diambil pihaknya bukan untuk memicu konflik, melainkan meminta kejelasan regulasi agar kompetisi berjalan transparan dan adil.

“Kami hanya meminta penjelasan yang transparan terkait dasar penentuan tim yang lolos ke putaran nasional. Dari yang kami lihat, terdapat perbedaan jumlah pertandingan dan kuota di beberapa provinsi. Kami berharap ada perlakuan yang adil bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh persiapan tim pada musim ini telah dilakukan secara maksimal, mulai dari pembentukan skuad, program latihan, hingga dukungan penuh masyarakat.

“Kami berharap ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat pecinta sepak bola, khususnya di Sumatera Barat,” tambahnya.

Baca juga: Heboh! Polisi di Tapteng Ditangkap, Sabu 204 Gram Disita

Polemik ini turut mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk tokoh sepak bola, media, dan pemerhati olahraga di Sumatera Barat yang mempertanyakan transparansi regulasi penentuan kuota nasional tersebut.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar). Kepala Dinas Porapar, Busmar Candra, menyebut pihaknya mendukung langkah PSPP untuk meminta klarifikasi resmi kepada PSSI.

“Kita tentu mendukung langkah PSPP untuk meminta penjelasan secara resmi. Masyarakat juga berhak mengetahui dasar penentuan kuota dan tim yang lolos ke putaran nasional,” katanya.

Busmar menambahkan, PSPP telah menunjukkan keseriusan dalam membangun prestasi sepak bola daerah dan layak mendapat apresiasi atas kerja kerasnya sepanjang musim.

Hingga saat ini, PSPP dan masyarakat sepak bola Sumatera Barat masih menunggu penjelasan resmi dari PSSI terkait mekanisme penentuan kuota putaran nasional Liga 4 yang menjadi sorotan tersebut. (*red/CN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *