Pemprov DKI–Polda Metro Jaya Integrasikan Ribuan CCTV untuk Perkuat Keamanan Jakarta

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).

JAKARTA, SINURBERITA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) resmi menjalin kerja sama dalam pengoptimalan dan integrasi sistem kamera pengawas (CCTV) untuk memperkuat keamanan, ketertiban, serta respons cepat terhadap berbagai kejadian di wilayah Ibu Kota.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).

Pramono Anung menegaskan, integrasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengawasan kota yang terhubung dan terpadu, tidak hanya mengandalkan fasilitas milik pemerintah, tetapi juga melibatkan BUMD, instansi terkait, hingga sektor swasta.

“Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya bersepakat mengoptimalkan pemanfaatan CCTV yang terintegrasi untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Pramono

Baca juga: Perkuat Media Center, Pemko Pekanbaru Siapkan Strategi Komunikasi Baru

Saat ini, Pemprov DKI telah mengintegrasikan 7.314 unit CCTV yang berasal dari OPD dan BUMD ke dalam dashboard Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik). Sementara itu, Polda Metro Jaya mengelola 3.362 unit CCTV yang digunakan untuk mendukung tugas kepolisian di lapangan.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta, termasuk kewajiban gedung-gedung bertingkat di atas empat lantai untuk memasang CCTV yang nantinya akan terhubung ke sistem command center terpadu.

Berdasarkan data Diskominfotik, terdapat potensi tambahan 16.781 unit CCTV dari gedung swasta yang dapat diintegrasikan secara bertahap, sehingga total keseluruhan mencapai sekitar 24.095 unit kamera pengawas.

Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan integrasi ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan akan memperkuat pemantauan kota secara real time.

“Dengan sistem terintegrasi ini, pengawasan menjadi lebih efektif, respons lebih cepat, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan berbasis data secara langsung,” katanya.

Baca juga: Hebat! Pramono Anung Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Ini Dampaknya untuk DKI Jakarta

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai integrasi CCTV akan sangat membantu kepolisian dalam mendeteksi, memantau, dan merespons berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk kemacetan dan kondisi darurat lainnya.

“Ini menjadi instrumen penting dalam mendukung tugas kepolisian agar penanganan kejadian di lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Melalui integrasi sistem ini, Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berharap pengawasan kota menjadi lebih efektif, respons layanan publik semakin cepat, serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (*J2R)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *