PEKANBARU, SINURBERITA.COM – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut menjadi salah satu faktor utama pemicu inflasi di Kota Pekanbaru. Dampaknya, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya distribusi dan terganggunya pasokan.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri, Senin (11/5/2026).
Menurut Ingot, inflasi di Pekanbaru saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah, terutama kenaikan harga BBM.
“Kenaikan BBM berdampak pada meningkatnya biaya transportasi darat maupun udara. Ini menjadi salah satu variabel yang menyebabkan naiknya inflasi daerah,” ujarnya.
Baca juga: Pengamat Soroti “Ritual” Fotokopi e-KTP, Ancaman Penyalahgunaan Data Pribadi Kian Besar
Selain BBM, tingginya harga emas juga turut memberi kontribusi terhadap laju inflasi di Pekanbaru.
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan dalam rakor tersebut, sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai dan bawang merah.
“Kenaikan BBM membuat biaya distribusi meningkat. Ditambah lagi faktor cuaca dengan curah hujan tinggi yang mempengaruhi musim panen, sehingga pasokan ke Pekanbaru berkurang,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjut Ingot, terus berupaya menjaga stabilitas pasokan bahan pokok dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama daerah penghasil pangan agar distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan normal. (*J2R)




















