TAPTENG, SINURBERITA.COM – Penyaluran Program Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan mandek dan baru terealisasi di tiga kecamatan. Kondisi ini menuai sorotan dari Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Relawan Jalan Perubahan (DPC LSM Bara JP) Tapteng.
Ketua DPC LSM Bara JP Tapteng, Hotma Purba, menilai terhentinya distribusi bantuan beras oleh Perum Bulog Cabang Sibolga dengan alasan keterbatasan kemasan 10 kilogram sebagai bentuk ketidaksiapan dan tidak profesional.
“Ini sangat disayangkan. Beras tersedia, tetapi tidak tersalurkan hanya karena menunggu kemasan. Kondisi ini jelas merugikan masyarakat,” ujar Hotma kepada awak media, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: TNI dan Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya
Menurutnya, persoalan teknis seperti kekurangan karung plastik seharusnya dapat diantisipasi sejak awal oleh pihak Bulog, baik di tingkat pusat maupun cabang. Ia menilai keterlambatan tersebut berdampak langsung pada masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan.
“Distribusi sudah molor hingga dua bulan. Seharusnya ada langkah cepat, bukan justru menghentikan penyaluran,” tambahnya.
LSM Bara JP juga mendorong Bulog agar tidak terpaku pada prosedur administratif semata, melainkan mencari solusi alternatif demi kelancaran distribusi bantuan. Beberapa opsi yang diusulkan antara lain penggunaan kemasan alternatif yang layak, penyaluran beras dalam karung besar untuk kemudian dibagikan di tingkat desa, serta percepatan pengiriman kemasan dari pusat.
“Yang utama adalah bantuan sampai ke masyarakat dengan jumlah sesuai. Warga tidak mempersoalkan kemasan, tetapi ketersediaan beras,” tegasnya.
Baca juga: Bulog Sibolga Salurkan Bantuan Pangan Kepada 14.245 PBP
Selain itu, LSM Bara JP mendesak Pemerintah Kabupaten Tapteng dan DPRD setempat untuk segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Mereka meminta agar pihak Bulog dipanggil untuk memberikan penjelasan sekaligus memastikan jadwal penyaluran yang pasti.
“Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah dan DPRD agar penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 segera terealisasi,” kata Hotma.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini bantuan baru diterima oleh 5.175 keluarga penerima manfaat (KPM) di tiga kecamatan. Sementara itu, sebanyak 41.717 KPM di 17 kecamatan lainnya masih menunggu kepastian penyaluran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Perum Bulog Cabang Sibolga belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan distribusi bantuan tersebut. (*Ast)




















