OKK PWI Sumbar Angkatan Pertama Resmi Ditutup, 52 Peserta Terima Sertifikat

Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) angkatan pertama tahun 2026.

PADANG, SINURBERITA.COM — Kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat (Sumbar) angkatan pertama tahun 2026 resmi berakhir, Sabtu (15/8/2026).

Penutupan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14-15 Agustus 2026, di Edotel SMKN 9 Padang itu dilakukan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumbar, Zul Effendi.

Sebanyak 52 peserta dinyatakan berhak menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti OKK. Sertifikat tersebut menjadi salah satu bagian dari pemenuhan syarat bagi calon anggota PWI.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis kepada dua perwakilan peserta, Altas Maulana dan Dwita Norfalinda. Keduanya kemudian menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh peserta.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian materi dengan serius dan aktif. Setiap sesi diisi pemaparan materi, diskusi serta tanya jawab terkait organisasi dan profesi kewartawanan.

Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, dalam sambutan pembukaan yang disampaikan melalui sambungan WhatsApp Phone, mengatakan OKK angkatan pertama ini bukan menjadi kegiatan terakhir yang digelar PWI Sumbar.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Ini OKK pertama tahun ini untuk kawan-kawan calon anggota PWI Sumbar. Tapi bukan yang terakhir. Insya Allah kita buka lagi. Bisa dua kali, tiga, empat kali dan seterusnya,” kata Widya.

Baca juga: Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi di SPBU Dharmasraya Disorot, Kapolda Sumbar Diminta Turun Tangan

Ia berpesan kepada para peserta agar senantiasa menjaga marwah organisasi dan menjalankan profesi jurnalistik dengan berpegang pada kebenaran, keberimbangan dan kepentingan masyarakat.

“Tulis yang benar, berimbang, dan bermanfaat untuk masyarakat. Karena wartawan PWI adalah penjaga demokrasi dan kebenaran informasi,” ujarnya.

Rangkaian OKK dibagi dalam tiga panel utama. Pada panel pertama, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumbar sekaligus Ketua Panitia OKK, M. Khudri, memaparkan sejarah singkat PWI, PWI Sumbar serta perjalanan wartawan di Ranah Minang.

Materi kemudian dilanjutkan Sawir Pribadi, Zul Effendi dan Firdaus Abie yang membahas keorganisasian serta peran Dewan Kehormatan PWI. Sesi tersebut dimoderatori Romi Delfiano.

Panel kedua menghadirkan Emil Mahmudsyah, Sukri Umar dan Devi Diany dengan moderator M. Khudri. Materi yang diberikan mencakup Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta hukum pers dan sejumlah ketentuan pidana, termasuk UU ITE dan UU Perlindungan Anak.

Baca juga: Niniak Mamak Nagari Gunuang Tolak Jalur Tol Padang–Bukittinggi Melintasi Tanah Ulayat

Sementara panel ketiga fokus pada keterampilan jurnalistik. Reviandi, Guspa dan Soesilo membahas teknik peliputan, wawancara, penulisan berita hingga feature. Sesi ini dipandu Romi Delfiano.

“Kawan-kawan peserta OKK ini ternyata wartawan-wartawan yang sudah berpengalaman. Jadi saya lebih suka sharing saja,” ujar Reviandi.

Menurut PWI Sumbar, pelaksanaan OKK tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman anggota terhadap organisasi, etika dan tanggung jawab profesi.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami nilai-nilai keorganisasian PWI sekaligus meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

OKK angkatan pertama tahun 2026 ini sekaligus menjadi langkah awal PWI Sumbar untuk terus membuka ruang pembinaan bagi calon anggota dan wartawan yang ingin memperkuat kompetensi serta pemahaman terhadap profesi jurnalistik. (*red/JN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *